“Horeee…. aku dapet seribu lagi…”, suara Ajiz menyambut kedatangan pak Dhe
“Hahahahaha….. apa lagi ini?”, tergelak pak Dhe menerima pelukan dari Ajiz, ponakannya yang lucu dan imut-imut.
“Iya pak Dhe, aku tadi siang dapet seribu lagi dari penggemarku..”, suara bening Ajiz begitu nyaman di telinga pak Dhe.
“Ayo, coba ceritain gimana dapet duitnya”, sambil menurunkan Ajiz dari bopongan pak Dhe mengajak Ajiz ke ruang tamu.
“Yang pertama, Ajiz sudah pastikan kalau ini halal!”, Ajiz mulai bercerita dengan semangat.
“Lalu?”
“Nah, tadi siang, saat istirahat sekolah, aku menggambar cerita di buku tulisku. Kawan-kawanku juga ikut nggambar di buku masing-masing”
“Terus…”
“Nah, akhirnya kawan-kawanku kehabisan ide. Kemudian mereka mendekatiku dan melihat gambar-gambar yang kubuat di buku tulisku”
“….”
“Nah, Lutfi minta aku gambar lagi yang lain. Akupun menawarkan pada Lutfi, gambar apa yang dia mau, kemudian kugambar permintaannya. Eh habis itu dia ngasih aku uang seribu”
“Terus….?”
“Ya kupakai jajan uang itu. Habis aku lapar banget dan gak bawa uang jajan”
Pak Dhe tertawa terpingkal-pingkal ketika Ajiz menunjukkan gambar-gambar di buku tulisnya. Gambar-gambar yang tidak beraturan letak dan bentuknya itu, ternyata ketika “dibaca” oleh Ajiz menjadi suatu rangkaian cerita yang sangat menarik.
Itu adalah cerita gambaran kejadian sehar-hari dengan tambahan fantasi yang diambil dari film ataupun TV.
“Pak Dhe… Nanti kalau pemilihan capres, pak Dhe milih siapa?”
Halah…
Ini lagi. Anak kecil kok sudah mikir pemilu. Darimana mereka pada kesengsem dengan Pemilu. Mengapa sih iklan pemilu ada dimana-mana, sehingga yang tidak dibidikpun ikut terbawa dalam arus pemilu ini.
“Pak Dhe milih yang paling baik nak”
“Siapa yang paling baik, pak Dhe?”
“Tuhan..!”
Ajiz memukul pundak pak Dhe yang ngeloyor menuju kamar mandi.
Saat menutup pintu kamar mandi, masih sempat pak Dhe mendengar suara Ajiz.
“Besok minta uang jajan sekolah ya pak Dhe. Biar kalau dapet duit lagi, bisa dimasukkan ke infak”
Sambil mengguyurkan air di tubuhnya, pak Dhe asyik melamun.
Ternyata masalah halal sudah menjadi dasar semua kegiatan yang dilakukan oleh Ajiz. Ini persis yang disampaikan oleh kawannya beberapa hari lalu. Pak Muslim, kawan pak Dhe itu, dengan tegas menolak adanya uang suap dalam bisnisnya.
Risiko kehilangan order sudah disiapkan pak Muslim karena tidak adanya “uang suap” dalam melicinkan order yang dia terima.
Yang meminta uang suap juga sangat menyesalkan sikap pak Muslim. Uang suap yang hanya beberapa ratus ribu rupiah sangat tidak sebanding dengan nilai orderan yang ratusan juta rupiah, tapi ternyata pak Muslim tetap “kekeh”, teguh dengan pendiriannya.
Ada suap, bisnis putus, tak ada uang suap, mari kita lanjutkan [bukan lanutan].
Ternyata orderan yang diproses pak Muslim sukses. Yang meminta uang suap dari pak Muslim agaknya terkesan dengan sikap pak Muslim dan terus memproses orderan itu.
Di akhir proses transaksi, pak Muslim menyumbang dana pembangunan fasum di tempat sang peminta uang suap dengan jumlah yang berlipat-lipat dibanding jumlah uang suap.
Merekapun saling berpelukan, mensyukuri pertemanan yang hampir saja hilang gara-gara uang suap.


& Komentar
Juni 10, 2009 pukul 5:01 am
Ceritanya bagus om,,,
Seperti siraman rohani buatQ dipagi hari ^^b
Kedai
Juni 10, 2009 pukul 8:26 am
Makasih mas Rahmat,
ini juga untuk mengingatkan aku sendiri akan besarnya kasih Tuhan yang tak terbatas besarnya
salam
Juni 10, 2009 pukul 7:59 am
sekali keinginan menjadi orang baik seharusnya bagaimanapun bersikeras untuk memilih jalan terbaik, cerita yang menarik kang….
Juni 10, 2009 pukul 8:30 am
salam
ini cerita dari beberapa orang dekatku dan kurangkum jadi satu artikel
semoga bermanfaat bagi yang membacanya
makasih komentarnya mas
Juni 11, 2009 pukul 3:46 pm
cerita yang bagus nih. mudah2an banyak orang yang baik seperti itu. btw lam kenal mas.
Juni 11, 2009 pukul 6:33 pm
Salam kenal mas Po3to3t,
banyak kok orang baik di sekeliling kita
cuma mereka tidak mau menampakkan diri
salam
Juni 20, 2009 pukul 4:41 pm
[...] Pak Dhe : rejeki Halal « PoJoK YoGyA (lagi) [...]
Juni 20, 2009 pukul 5:52 pm
wah apa hubungan pupuk organik dengan postingan ini ya?
Juni 21, 2009 pukul 11:44 pm
[...] Komentar Terakhir eshape on Jalan-jalan ke PANTAI PARAI [pulau Bangka]rara on Jalan-jalan ke PANTAI PARAI [pulau Bangka]eshape on Indahnya Alam Pagi [JabaBeKa]wahyu ¢ wasaka on Indahnya Alam Pagi [JabaBeKa]eshape on Pak Dhe : rejeki Halal [...]
Juni 22, 2009 pukul 7:25 am
[...] Salam sukses buat kelompok Mastermind Cikarang 2. Kita tunggu kelompok mastermind 3, yang anggotanya sudah antri [tinggal nunggu kompornya]. berfoto dulu sebagai acara wajib [narsis] didampingi kompor abadi [...]
Juli 3, 2009 pukul 7:06 am
[...] terkait. Rejeki Halal Belajar ngeblog Belum bisa memilih Merokok [gak] haram ta [?] Niat Naik [...]