Belajar SEO pada Mas Irfan, benarkah CONTENT is The KING ?

Barusan membaca tulisan mas Irfan, salah satu Admin BeBlog tentang Tempat Meletakkan Keyword. Sebuah artikel sederhana yang mudah dipahami oleh banyak pembaca, setidaknya begitu yang terbaca dari komentar para pembaca artikel di blog itu.

Sayangnya tidak semua isi tulisan itu kupahami dengan baik. Jadi akupun “mention” mas Irfan untuk belajar lebih dalam tentang cara mengisi baris-baris kosong yang ada bila kita sedang menulis artikel. Kebetulan Mbak Senja juga sependapat denganku untuk kursus privat ke mas Irfan.

Cukup bawa laptop dan nongkrong di cafe yang ada wifinya, maka pasti tidak hanya teori yang kita dapat tapi sudah sampai ke praktek artikel yang ditulis mas Irfan.

Tahun lalu, mas Irfan sebenarnya sudah berbagi ilmu di Resto Samikuring, tapi karena banyak yang ikut, maka sebagai panitia kita hanya bisa mempersilahkan para peserta untuk bertanya pada mas Irfan, sehingga panitia tidak dapat kesempatan untuk bertanya.

Apalagi waktu itu acaranya dibagi menjadi tiga sesi, yaitu wordpress, SEO dan security, akibatnya waktu yang disediakan masing-masing pembicara terasa sangat singkat.

Apa kata mas Irfan tentang Tempat Meletakkan Keyword? Disinilah tempatnya :

  1. Title Tag
  2. Meta Description
  3. Meta Keyword
  4. H1 atau H2
  5. Link Text
  6. Body text
  7. URL
  8. Nama Sub Directory
  9. Nama Domain
  10. Incoming Link dari Website lain

Di akhir tulisannya mas Irfasn nulis begini :

Masih bingung mau meletakkan Kata Kunci dimana? ikuti panduan SEO lainnya disini.. Ingat, Jangan Nge-Junk ya… :D

Nah, yang terjadi adalah kebingunganku pada hampir semua tempat itu. Padahal para pembaca artikel itu kok paham semua ya?

Apa kata mas Irfan tentang keinginanku untuk belajar ilmu SEO?

“Guru blogger kok sukanya merendah..”, begitu katanya

Akupun langsung membalas, kalau soal tulis menulis mungkin aku sudah faham dan bisa berbagi tip maupun trik, tapi kalau soal SEO, maka aku harus menyerahkan pada ahlinya.

Biasanya sih, sehabis nulis langsung tekan “TERBITKAN”, maksimal ngisi kategori deh !:-)

Kirim lacak balik diisi apaan ya?

Kirim lacak balik diisi apaan ya?

Mending kalau pakai blog berbayar. Tidak usah belajar SEO tapi langsung pasang plugin “Ultimate SEO” dan biarkan plugin yang bekerja. Kalau pakai blog gratisan, maka kayaknya jadi agak susah mengoptimalkan teknik SEO yang lengkap.

Nasihat mas Irfan juga adalah jangan sembarangan masang plugin, bisa jadi justru masang plugin yang tingkat keamanannya lemah dan membuat celah yang memudahkan hacker masuk ke blog kita.

Bagaimana memilih plugin yang aman? Aku biasanya melihat berapa banyak pemakai plugin tersebut, popularitasnya dan frekuensi updatenya. Belum tentu menyelesaikan masalah, tapi setidaknya mengurangi kemungkinan salah pilih plugin.

Mari para ahli SEO, silahkan lengkapi dengan ilmu SEO yang mudah dipahami, mudah dilaksanakan dan hasilnya paling bagus (halah!:-).

Kalau mas Blontank dan mas Suryaden pernah sedikit menyinggung masalah SEO ini dengan kalimat yang cekak aos dan langsung menghujam, “…kalau ndak bisa jadi ahli SEO sebaiknya fokus untuk menulis yang baik…karena CONTENT is the KING…”

6 Laga menunggu PSSI Pra Piala Dunia 2014

“Saksikan Berita Global di Global TV pukul 16.30 WIB hari Kamis 28/7 ini membahas pertandingan Indonesia vs Turkmenistan langsung dari Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta”

Pesan itu masuk ke BBku dari mas Abi, yang akhir-akhir ini memang disibukkan oleh kegiatan PSSI. Akupun menjawab dengan jawaban singkat, bahwa aku juga sudah menulis tentang PSSI di blog “Berbagi Yuk“.

Malamnya aku nonton pertandingan  Indonesia vs Turkmenistan via SCTV di Sutos (Surabaya Town Square). Lumayan ketemu dengan banyak teman dari Kagama Virtual (KV) cabang Surabaya.

“Ini pertandingan yang sangat memuaskan rakyat Indonesia mas”, kataku di sela-sela menonton pertandingan.

“Ya terutama buat pengurus PSSI”

“Mereka telah melakukan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal tapi akhirnya mendapat ganjaran yang membahagiakan banyak orang yang haus kemenangan TimNas”

“Bagaimana tidak, hanya sepuluh hari menjelang pertandingan sebesar ini Pra Piala Dunia 2014, justru pelatih kesayangan kita dipecat dan diganti pelatih baru yang tidak sempat lagi untuk memilih pemain”

“Untung ada coach Rachmad yang pasti sudah kenal dengan karakter banyak pemain TimNas Merah Putih, jadi bisa dipakai oleh pelatih kepala sebagai sumber rujukan”

“Pelatih baru ini, hebatnya tidak pernah menyanjung secara individu pemain. Mungkin sanjungan atau kritik terhadap pemain hanya ada di ruang ganti, sehingga yang muncul adalah kerja kelompok”

“Padahal tendangan M Nasuha sudah kelas dunia itu, atau barangkali Nasuha juga gak yakin kalau tendangannya membuahkan gol cantik!:-)”

“Wah pemain Indonesia ini kalau sudah menang suka hilang konsentrasinya. Hampir copot jantung kena sport jantung bek kita yang tidak mampu menutup pergerakan lawan”

Permainan TimNas malam ini memang sangat impresif dan kini saatnya kita menunggu lawan raksasa di babak selanjutnya. Ada Australia, Iran, Jepang dan negara macan Asia lainnya yang siap melalap TimNas kalau kita main seperti babak kedua kemarin.

Target TimNaspun jadi naik, Juara Sea Games dan berpartisipasi aktif di tingkat Asia.

Tinggal nunggu perputaran Liga Indonesia, apapun namanya, agar bisa dicari bakat-bakat terpendam yang kita yakin masih banyak bertebaran di seantero Nusantara ini. Jalan ke Piala Dunia masih sangat panjang tapi kita akan melangkah selangkah demi selangkah.

+++

Sumber gambar : internet

BLITZ : Polisi “BRUTAL” yang kehabisan akal vs penjahat Brutal yang penuh akal

Boleh dikata film action yang satu ini menarik karena memasang Jason Statham sebagai pemeran utamanya. Gerakan “pras-pres” Statham pasti membuat para pecandunya tergila-gila untuk menonton kembali apapun film yang dibintanginya.

“Pak jangan nonton Blitz di Pekanbaru ya,nanti kita nontonnya di Bekasi saja. Itu film yang aku mau nonton bersama bapak”, begitu kata salah satu temanku.

Blitz_Movie_Poster dari Facebook

Blitz_Movie_Poster dari Facebook

Akupun mematuhinya dan tidak nonton film ini di Pekanbaru. Sayang di hari yang dijanjikan temanku, ternyata dia berhalangan datang, jadinya waktu aku di Surabaya terpaksa menonton film ini.

Ini memang film hiburan yang poenuh darah dimana-mana. Cara membunuhnya sangat sadis dan tanpa berpikir panjang. Untungnya korban pembunuhan tidak diperlihatkan saat dibunuh. Kadang hanya suara erangan korban dan gambar tembok toilet atau hanya wajah sang pembunuh yang sedang mengayunkan palu ke kepala korbannya tanpa memperlihatkan wajah korban yang pasti hancur berantakan.

“Ini adalah kisah pembunuhan yang tidak akan pernah diketahui siapa pembunuh sebenarnya”, begitu kata Statham pada inspekturnya menjelang film berakhir.

Cerita ini memang menarik bagi para penggemar film action. Mereka akan puas dengan gaya Statham menghajar musuh-musuhnya. Mereka juga akan jengkel karena bisa merasakan betapa terpojoknya posisi Statham.

Memberantas kejahatan malah dimarahi atasan, membiarkan kejahatan di depan mata, jelas diejek oleh sang penjahat. Serba salah jadinya. Wajah-wajah geram para penegak keadilan terlihat begitu membuat kita jengkel. Bagaimana tidak, mereka harus melepaskan seorang pembunuh yang jelas-jelas kesalahannya tetapi tidak bisa dibuktikan secara hukum.

Akankah Street Justice yang akhirnya berbicara?

Tentu sebuah pilihan yang sulit bagi sang sutradara, meskipun akhirnya ia harus memilih yang paling menyenangkan para penonton.

Inilah sebuah film action yang sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi pasti akan menarik minat para penggemar Jason Statham untuk antri tiket. Jangan ajak anak-anak untuk nonton film ini dan jangan terlalu muluk berharap menonton cerita drama action meskipun cerita ini berdasar sebuah novel (karya Ken Bruen), berharaplah yang biasa-biasa saja agar anda puas menonton aksi Jason Statham.

Selamat menonton.

Foto dari facebook Statham

Foto dari facebook Statham

Larry Crowne : Ciuman Panas Julia Roberts ke Tom Hanks

“Apa jadinya kalau Julia Roberts harus memberi ciuman panas pada Tom Hanks, teman akrabnya dan juga teman akrab suaminya?”

Itu  mungkin merupakan masalah tersendiri bagi Julia Roberts yang harus melakukan adegan mabuk dan mencium Tom Hanks (Larry Crowne) dalam film berjudul “Larry Crowne”.

Kesempurnaan pribadi Larry Crowne yang membuat semua itu tidak berlanjut ke adegan yang lebih intim. Adegan itu menjadi momentum kekaguman Mercedes Tainot (Julia Roberts) pada Larry Crowne, salah satu muridnya di kampus.

larry crowne

Akting Julia memang sangat mendukung film ini. Sebagai aktris cantik dan cerdas, sosok Julia memang selalu membuat para penggemarnya tak henti mengaguminya.

Tom Hank seperti biasa juga memang tidak bisa lari dari kehebatan aktingnya. Meski di film ini tetap terasa kurang menggigit karena (mungkin) dia merangkap sebagai sutradara.

Inilah sebuah film semi gado-gado yang mengalir lancar, persis film sinetron di Indonesia. Bedanya akting para pemerannya memang sudah tidak bisa diragukan lagi.

Dimulai dari dipecatnya Larry dari sebuah perusahaan yang sedang mengurangi pegawainya yang tidak berpendidikan, cerita terus mengalir bagai tak mau berhenti.

Larry mulai berpikir untuk kuliah lagi di umurnya yang sudah tua dan mulai mengencangkan ikat pinggang karena kekayaannya makin menipis.

Mobil menjadi pilihan boros bagi Larry dan dia akhirnya memutuskan untuk naik Skuter, sebagai pilihan hematnya. Ceritapun masuk ke ranah klub penggemar skuter. Inilah “GENG” kecil yang berisi semangat persaudaraan yang nyentrik. Meskipun kendaraannya hanya skuter, tetapi mereka tetap “Pe Dhe” ketika bertemu dengan para penggila MOGE yang tidak hanya motornya saja yang gedhe, badan merekapun besar-besar.

Cerita kuliah Larry juga menjadi topik tersendiri. Kelihatannya sutradara ingin menunjukkan kecerdasan Larry yang selama ini hanya mengabdikan hidupnya dengan bekerja. Saat ini Larry sanggup membagi waktu dengan kegiatan kuliah, bekerja di restorant dan menghasilkan nilai pendidikan yang luar biasa. Sebuah tantangan untuk mahasiswa kita saat ini yang begelut dengan IP tinggi tapi kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat.

Secara umum cerita mengalir begitu lancar dan nyaman, apalagi didukung oleh para pemeran yang luar biasa talentanya.

Kalau ada kekurangan pada film ini adalah pada konflik yang kurang terbangun dengan jelas. Semuanya berjalan begitu saja tanpa greget dan sebagian besar adegan sudah tertebak dengan baik oleh para penonton.

Aku dapat kalimat ini di film Larry Crowne, “Dengan skuter, cewek manapun akan bisa didapat dengan mudah!”

Wow…!

Nonton Tom Hank yuk!

https://www.youtube-nocookie.com/v/mERICxC7R9c?version=3&hl=en_US&rel=0

+++
sumber gambar dari FB Larry Crowne

Blogger Asean sudah memanas : tunggu bulan Agustus 2011

Tepat jam 21.00 sesyau janji, rapat panitia Blogger Asean selesai sudah. Satu demi satu peserta rapat mulai beringsut dari kursinya. Aku termasuk yang paling dulu pamitan, meskipun ada juga lebih dulu pamit ketika rapat masih berlangsung.

Sampai di luar kita masih juga ngobrol dan bersalaman. Mas Nu langsung nyeletuk, “Ya begini ini yang namanya blogger, sudah ditutup acaranya, sampai di luar masih dilanjut lagi ngobrolnya”

Aku terpaksa senyum kecut dan langsung menelpon Adink yang membawaku ke pertemuan ini. Tak lama kemudian aku sudah naik mobil dan menyalip mas Pohan, Duta besar kita, mas Amril, mas Maulana dan para peserta rapat lainnya.

“Ini adalah ajang temu kenal para dewa blogger di Jakarta. Selama ini sangat susah mempertemukan mereka dan dengan menjadikan mereka dalam sebuah kepanitiaan, maka mereka dipaksa untuk kopdar setiap minggu alias setiap rapat”, begitu kira-kira kalimat yang ada di kepala mbak Ajeng.

Blogger Asean

Para blogger ini memang berkumpul karena dirayu oleh mbak Ajeng, mahadewi Blogger Indonesia yang merupakan blogger kelas berat yang dikenal sangat luas oleh komunitas Blogger dimanapun mereka berada.

Ada agenda pemanasan Asean Blogger di Bulan Agustus sebelum acara besar mereka di bulan Nopember 2011. Inilah kegiatan yang merupakan tindak lanjut deklarasi Asean Blogger beberapa waktu silam. Sebuah pameran foto Asean yang dikemas dalam sebuah rangkaian kegiatan khas Asean Blogger. Seperti apa kemasan acara itu, tentu kita harus sabar menunggu pengumuman resmi dari panitia.

Nama mbak Eka yang di”dapuk” sebagai seksi acara sudah menjadi jaminan mutu acara di bulan Agustus ini. Lihat saja wajah mbak Eka yang cantik dan selalu penuh optimisme ini.

Blogger Asean

Blogger Asean

Dalam waktu dekat seksi acara akan menyusun rundown acara dan menggabungkannya dengan proposal yang dibuat oleh tim sekretariat. Sponsor utama acara ini tentu dari Kemenlu, tetapi hadiah untuk beberapa kegiatan dipastikan menarik karena akan ditopang oleh sponsor yang sering bekerja sama dengan Kemenlu.

“Kita punya banyak mitra, baik di bidang travel maupun Bank. Tinggal menawarkan pada mereka, partisipasi apa yang akan mereka berikan untuk kita”, demikian mas Pohan, Duta besar kita yang selalu aktif mengikuti semua acara dari Blogger Asean ini.

Biarpun wajahnya terlihat lelah dan ngantuk, tetapi mas Pohan tetap berapi-api kalau sudah bicara mengenai Asean Blogger ini.

blogger asean rapat (8)

Jadi kita tunggu sama-sama saja pengumuman dari panitia kecil Asean Blogger ini. Sebuah panitia kecil yang isinya orang besar semua. Salut buat mbak Ajeng yang telah bersusah payah mengumpulkan orang besar di acara ini.

Salam sehati

Ketua Panitia Pameran Foto Blogger Asean

Ketua Panitia Pameran Foto Blogger Asean