Inikah Foto keluarga Gayus eh Jayus ?

Inilah foto keluarga yang laris manis menghiasi layar pengguna ponsel, utamanya para pengguna BB di lingkunganku.

Jadi inget lagi cerita salah satu personil project “P” ketika bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang berlibur dan masuk ke sebuah restoran untuk makan.

Semua anggota keluarga itu membawa ponsel, mulai dari bapaknya, ibunya maupun anak-anaknya yang masih kecil.

Pandangan ke layar baru berhenti ketika sang ayah meminta para anggota keluarga itu untuk memesan makanan. Tentu saja sang ayah memerintahnya sambil sesekali melirih gadgetnya.

Pandangan ke layar kembali terhenti sejenak ketika hidangan mulai disajikan.

Selain dua kegiatan itu, maka semua anggota keluarga asyik dengan layar kecil yang ada di ponsel masing-masing.

“Ironis sekali. Mereka berlibur untuk mendekatkan diri, karena setiap hari jarang bertemu”

“Ketika akhirnya bertemu. Mereka justru asyik dengan teman mereka yang jauh dari pandangan mata”

“Yang paling ironis, mereka adalah keluargaku…!”

+++
Sumber gambar : internet

Posted with WordPress for BlackBerry.

Sabar

Kata yang paling mudah diucapkan saat melerai orang marah atau emosi adalah “sabar“.

Sebuah kata yang mudah diucapkan tapi kalau kita yang sedang emosi, maka kata sabar menjadi kata yang paling tidak masuk akal.

Bayangkan kalau kita sedang mengumpulkan semua berkas untuk perpanjangan surat kendaraan, kemudian di tengah jalan kena macet parah, sehingga kita terpaksa antri padahal sudah berangkat dari rumah sejak subuh.

Eh, tahu-tahu ada yang dengan santainya menyela antrian tepat di depan kita dan begitu sampai giliran kita pas loketnya tutup.

Wuih….rasanya kata sabar sudah keluar dari kamus kita. Yang ada adalah kejengkelan yang luar biasa.

Pernahkah kita memperlambat laju kendaraan ketika lampu lalu lintas berkedip kuning?

Kemudian setelah itu kita berhenti pas di depan marka berhenti dan di belakang kita klakson bertubi-tubi menyuruh kita terus jalan atau minggir?

Syukur kalau anda pernah mengalaminya dan anda tetap dapat menyunggingkan senyum di bibir anda.

Sesungguhnya kalau kita mau jujur, sabar adalah obat hati paling mujarab saat semua yang terjadi di sekeliling kita tidak sesuai harapan kita.

Kita lupa bersyukur. Kita lupa bahwa yang kita terima ini adalah anugerah Tuhan yanhg terindah bagi kita.

Insya Allah. Kuajak diriku sendiri untuk tidak mudah marah dan kuharap diriku mampu mensyukuri semua anugerah yang sudah kuterima maupun yang nantinya akan kuterima.

Insya Allah. Amin.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Blogshop “Caraku Menulis Blog”, 27 Februari 2011

Akhirnya aku mengadakan acara juga di Yogyakarta tercinta. Sudah lama sekali tidak tampil di Yogyakarta, rasanya lucu juga. kadang saat nostalgia bersama teman-teman muncul keinginan untuk meramaikan Yogya seperti yang pernah kita lakukan dulu, tapi selalu saja terbentur pada kendala waktu dan kendala lain yang tiba-tiba bisa muncul.

Acara “mompreneur” di Gallery Amri Yahya menyadarkan aku, bahwa masih banyak blogger pemula di Yogya yang perlu diajak berdiskusi tentang bagaimana membuat blog yang baik dan bagaimana blog dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Tanggal 27 Pebruari 2011 nanti akan kuadakan pertemuan dengan teman-teman blogger pemula di kota Yogyakarta. Acara ini khusus untuk blogger pemula yang sudah ingin segera punya blog, jadi kalau ada blogger tingkat mahir mungkin malah jadi asistenku saja (atau malah yang memimpin acara…?)

Acara ini akan dimulai dengan pelajaran dasar membuat blog memakai layanan tak berbayar, yang terbukti cukup efektif untuk listing di mesin pencari Gugel. Setelah itu peserta akan dipaksa untuk mempunyai blog, sehingga seusai blogshop, semua peserta sudah punya blog masing-masing. Dengan demikian, maka semua peserta sangat disarankan untuk membawa laptop sendiri-sendiri.

Dalam blogshop ini akan diajarkan bagaimana caranya untuk mencari nama blog yang paling cocok dengan kepribadian mereka. Setelah itu peserta akan dikenalkan dengan komunitas blog, bagaimana memanfaatkan komunitas untuk kepentingan diri sendiri dan sekaligus untuk kepentingan komunitas itu sendiri.

Jadi ada hubungan saling menguntungkan bagi komunitas dan anggotanya.

Bagi yang tertarik silahkan bergabung. Biaya untuk sewa tempat, makan siang dll cukup 100.000 saja. Khusus pelajar, mahasiswa, dosen, guru, pengajar atau anggota komunitas TDA (Tangan Di Atas) cukup membayar 50.000.

Sampai ketemu di blogshop TDA Yogyakarta. Catat tempat acara ini, Cebi Cafe Jl. Demangan Baru No. 9 Yogyakarta.

Sarapan Buah

Ada dua pendapat tentang sarapan pagi. Satu pendapat bilang bahwa sarapan pagi itu didahului dengan non buah dan ditutup dengan buah.

Dalam bahasa Jawa, pisang disebut “gedang” artinya “digeGEd bar mas DANG” atau “digigit sehabis makan”.

Filosofinya, buah adalah makanan penutup untuk menandai bahwa kita sudah selesai makan.

Pendapat kedua adalah makan buah dulu sebelum makan non buah. Sifat buah yang mudah dicerna tubuh membuat buah sangat cocok sebagai makanan pembuka. Akan terjadi sebaliknya kalau buah dimakan belakangan.

Dari sisi jumlah, sarapan juga menuai kontradiksi. Satu ajaran mengatakan makan pagi itu harus sebanyak mungkin.

Dengan makan pagi yang banyak, maka diibaratkan tentara yang maju perang dan sudah lengkap logistiknya.

Saat makan siang, maka porsinya dikurangi. Begitu juga saat makan malam, porsinya dibuat amat sangat sedikit. Bila perlu malam tidak perlu lagi makan, cukup makan buah saja.

Pendapat yang lain mengatakan bahwa makan pagi itu jangan banyak-banyak. Secukupnya saja, yang penting bisa menegakkan tulang belakang.

“Makan dan minumlah tapi jangan berlebihan. Makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”

Jadi pendapat mana yang akan kita ikuti? Atau jangan-jangan anda punya pendapat lain?

Mari kita renungkan sama-sama.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Selamat Pagi

Saat melakukan presentasi di Migas kemarin sore, setelah salam pembuka aku ucapkan “selamat pagi” dan kulihat senyum mengembang di bibir beberapa peserta presentasi ini.

Biar selalu semangat ya pak”, celetuk salah satu di antara mereka.

Aku juga pernah menyampaikan ucapan yang sejenis ketika berdiri di depan rombongan tamu dari Uzbekistan. Mereka tidak terlihat senyumnya, tapi kepala mereka mengangguk-angguk. Mungkin karena setuju, tapi bisa juga karena ngantuk.

Ucapan selamat pagi memang selalu membawa kita pada aura pagi yang segar, indah dan penuh semangat. Bahwa ada yang setiap pagi merasa badan sakit semuan itu adalah suatu bentuk sebab akibat adanya penyakit asam urat, misalnya.

Saat jadi instruktur outbound ataupun workshop, kalimat sakti ini juga selalu ampuh sebagai senjata andalan untuk membangunkan orang dari mimpinya.

Bila peserta pelatihan, workshop atau apapun mulai menguap, maka jangan biarkan mereka makin menguap. Ucapkan selamat pagi dan ganti metode ceramahnya. Bisa dengan memberi joke, lelucon segar, kuis ataupun break dulu kalau waktunya memang sesuai dengan jam istirahat.

Kelemahannya, bila kita tidak punya keyakinan saat mengucapkan selamat pagi, maka bisa jadi kita akan mendapat respon yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Ucapan selamat pagi ini harus kita ucapkan dengan mantap, yakin, penuh percaya diri dan harus disampaikan dengan senyum yang paling manis.

Bila sambutan tidak sesuai dengan harapan kita, tetaplah memuji mereka. Sampaikan ke mereka bahwa ucapan selamat pagi ini akan membuat mereka mendapat semangat pagi yang penuh berkah.

Ucapkan lagi selamat pagi dengan gaya yang lebih rileks, tegas dan suara yang lebih keras dari ucapan yang sebelumnya.

Semangat pagi buat semua pembaca blogku ini.

Salam sehati.

+++
Poster dari mas MBR. Ditulis via ponsel.

Posted with WordPress for BlackBerry.