Tips Mudik 2010

Periode mudik masih beberapa bulan lagi, tetapi tidak ada salahnya aku ambil tips mudik tahun 2009 dan kumodifikasi dengan beberapa masukan dari teman-teman.

Tips untuk yang mudik memakai MOBIL.

  1. Cek kondisi mobil di bengkel resmi (kecuali anda mempunyai bengkel amatir yang sangat meyakinkan).
  2. Silahkan membawa perlengkapan standard; tools kit, dongkrak, ban serep, kotak P3K, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric [sambung dengan colokan listrik]. Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan [untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat dan minta minum terus]
  3. Cek kondisi tubuh. Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat kita sanggup menyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional (tarif berkisar  150-200 ribu/hari), atau cari co pilot.
  4. Beri briefing pada seluruh peserta mudik, bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka masam tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.
  5. Bagi yang mengikuti milis, segera lapor untuk menonaktifkan kenaggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  6. Meskipun masih bulan puasa, ada baiknya bawa makanan yang terjamin gizi dan kebersihannya, karena saat mudik banyak warung yang tidak sempat nyuci piring dengan baik [akibat kelarisan]. Warung yang terjamin kebersihannya tapi kurang bergizi adalah fast food fried chicken.
  7. Atur tumpukan barang mulai dari yang paling tidak diperlukan di jalan sampai yang sewaktu-waktu diperlukan di jalan.
  8. Pilih SPBU yang besar untuk ke toilet, jadi kalau ngisi bensin jangan penuh-penuh biar bisa mbagi rejeki ke beberapa pom bensin [ini saran tanpa dasar tapi logis lho..!:-)]. SPBU yang kurekomendasikan adalah SPBU Candimas.
  9. Jangan pernah merasa benar meskipun anda memang berada di jalan yang benar. Risikonya ditabrak orang yang salah jalan, sehingga nggak sampai ke kampung malah masuk rumah sakit. Mengalah setahun sekali banyak pahalanya. Amin.
  10. Menyalip rombongan truk/bus dari kiri kadang bisa membebaskan diri dari stress [karena truk/bisnya jalan bak kura-kura lapar], tapi risiko perlu diperhitungkan masak-masak [lihat item no 9]
  11. Menjelang lebaran, hampir semua majalah (terutama majalah gadget) menyediakan tips untuk mudik. Segera ambil bagian petanya, karena hal sepele ini kadang-kadang diperlukan di jalan.
  12. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada.
  13. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  14. Pilih waktu berangkat sesuai kebiasan anda menyetir, atau kebiasaan sopir menyetir. Berangkat pagi dapat menikmati perjalanan, tetapi lambat. Berangkat malem lebih cepat tapi ada bahaya ngantuk. Bila bingung, sholat dulu, minta petunjuk pada Tuhan.
  15. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  16. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  17. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku [pasport gak usah dibawa gak papa]
  18. Berdoa sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.
  19. Bagi yang membawa anak kecil, pastikan semua keperluan dan kebiasaan anak sudah kita pahami, sehingga kita sudah punya jadwal kapan berhenti dan apa saja yang perlu dibawa untuk mengatasi kerewelan anak.

Bagi pemudik dengan sepeda motor, ada beberapa contekan dari bengkel AHM. Ini tipsnya :

  1. Pastikan kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.
  2. Gunakan perlengkapan standard [helm full/half face, sarung tangan, jaket berwarna terang]
  3. Siapkan perlengkapan standard [kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap dan peta mudik]
  4. Masukkan dulu ke bengkel resmi, untuk pemeriksaan lengkap [bensin, fuel meter, aki, kelistrikan, oli, ban, trantai, rem, kebocoran oli, lampu, kaca spion dan klakson]
  5. Istirahat setiap 1-1,5 jam perjalanan. Cari tempat yang bersih untuk ISHOMA [pom bensin besar, warung fast food, dll] hindari warung yang terlalu laris [nyucinya sering kelupaan], jadi bagi-bagi rejeki ke warung yang kurang laris [tapi bersih dan murah]
  6. Cukup dua orang untuk satu sepeda motor, jangan emmaksakan diri untuk mengajak anak kecil
  7. Berhenti jika ingin menerima talipon [HaPe]
  8. Tidak salah membawa jas hujan
  9. Saat jalan beriringan, jaga jarak aman dan hindari ngobrol dengan pengendara lain. Kalau nggak kepaksa, jangan nyalip deh [apalagi dari sisi kiri]
  10. Di jalan bergelombang, pakai posisi off roader [pantat diangkat sedikit, sehingga kaki ikut menjadi peredam kejut]
  11. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada. Jangan lupa bawa chargernya.
  12. Ini yang sulit; bawa barang secukupnya, sesuaikan dengan kemampuan motor atau risiko motor tak terkendali akan menimpa anda.
  13. Sabar dan jauhkan emosi sesaat, patuhi rambu-rambu lalin. Biarkan orang lain tidak patuh, tapi anda HARUS PATUH ! [ngerti nggak??!?? He..he..he.. kok malah aku yang emosi...!:-)]
  14. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  15. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  16. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  17. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku
  18. Bagi yang ikut milis, segera lapor untuk menonaktifkan keanggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)
  19. Berdoalah sebelum melakukan perjalanan.
  20. Bersyukur di setiap saat.

Semoga selamat sampai di tujuan.

Amin.

+++

Tambahan tips mudik dari pak Ipung YumniBiz.

Selain tips-2 dari sumber lain yg sifatnya umum dan biasanya sama/seragam tipsnya,tidak ada salahnya kalau saya coba sharing ke rekan-2 tips mudik jarak jauh
  1. Cek spooring kaki-2 (kalau handling mobil gak enak/lari ke kiri/kanan)
  2. Cek balancing roda (kalau naik mobil seperti naik kuda padahal jalan mulus)
  3. No.1&2 tdk hrs dilakukan kalau handling masih mantap.
  4. Kempesin semua ban,ganti dengan nitrogen (lebih tahan panas)
  5. Bawa bohlam lampu besar cadangan, pilih yang murah aja sekitar 10rb-an.
  6. Kalau ada tembakau di rumah jangan dibuang, ini untuk kondisi darurat, bila AC mati dan terjebak hujan (oleskan pada kaca bagian dalam). Bisa juga dengan memakai shampo.
  7. Siapkan uang receh yg banyak.

+++

Mari berbagi tips mudik. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Salam SEHATI

+++

Peta Mudik 2010 dapat diambil disini

Kedai Cinta “Ceria”

Beberapa tahun lalu aku suka jalan-jalan lewat jalan Gandekan lor dan suatu ketika diajak sama mantan pacar yang pingin minum di salah satu warung minum yang terletak di dekat perempatan jalan. Itulah pertemuan jalan antara jalan Kemetiran Lor dengan Sosrowijayan dan Jalan Gandekan Lor Yogyakarta.

“Kenapa mesti minum disini?”, kataku

“Banyak temanku yang suka minum disini, yuk kita coba cita rasanya”, jawab mantan pacarku.

Ternyata para pengunjung kedai minum itu kebanyakan adalah pasangan muda mudi yang kelihatannya sedang melakukan pendekatan. Terlihat wajah-wajah yang penuh keceriaan dan juga wajah malu-malu dari sebagian pengunjung. Pantas saja ada yang memberi nama kedai ini sebagai Warung Cinta.

Minuman segar di kedai itu membuat mereka kerasan ngobrol panjang lebar di kedai ini. Kulihat sebagian besar pengunjung memang datang berpasangan. Kalaupun ada empat orang atau lebih, pasti di antara mereka ada yang terlihat punya hubungan khusus. Pandangan mata mereka dan sikap mereka dalam berbicara mengisyaratkan hal itu.

Itulah kejadian beberapa tahun lalu dan hari ini aku ingin mengulanginya bersama anak nomor duaku, Haslitha Nisa.

“Bapak suka ke warung ini?”

“Dulu pernah sama ibumu nak”

“Memang enak minumannya?”

“Kalau cuaca sepanas ini minuman apapun pasti menjadi enak, apalagi memang minuman disini asli enaknya”

Kami berdua langsung menuju kasir dan membayar pesanan minuman. Kami hanya menunjuk gambar minuman yang tertera di dinding dan kemudian duduk di depan gambar minuman itu.

Minum di Ceria

Baru meletakkan pantat di kursi ternyata Luluk, anak pertamaku, sudah mengirim SMS untuk dijemput di sekolahnya. Terpaksa acara ngobrol di kedai minum ini harus segera diakhiri.

Begitu pesanan datang, maka hanya dalam sekejab saja minuman itu berpindah ke perut kami dan kamipun meluncur ke sekolah Luluk untuk menjemputnya.

Kedai itu terlihat masih seperti dulu. Tidak banyak yang berubah. Tata letaknya maupun cita rasanya masih belum berubah.

Pengunjungnya juga sebagian besar masih datang secara berpasangan. Bedanya, kalau dulu isinya kebanyakan anak muda, saat ini yang kulihat adalah anak-anak muda dan anak-anak tua juga.

Beberapa pasutri terlihat mesra bergoncengan motor dan saling bergandengan tangan memasuki kedai minum ini. Akupun jadi senyum-senyum sendirian, jadi kangen dengan istriku yang saat ini ada di Jakarta menemani Lilo, si Bungsu yang sendirian di Jakarta.

Kedai kenangan ini sekarang namanya adalah Rumah Makan Ceria, terletak di Jl Gandekan Lor 42 dan di Jalan LetJen Suprapto 119 Yogyakarta. Aku sedikit lupa, apakah dulunya nama kedai ini adalah Ceria juga. Seingatku bukan itu namanya, tapi aku juga lupa namanya.

Untuk dua buah gelas minuman, aku menghabiskan uang sebanyak 11.000 (sebelas ribu rupiah) dan mendapatkan dua gelas minuman yang begitu cepat masuk ke perut.

Rasanya saat diminum memang kurang manis, tetapi ternyata setelah airnya diaduk rasanya menjadi pas.

Silahkan coba sendiri kalau penasaran. Di kedai ini tersedia juga makanan murah meriah yang mengundang selera, terutama mienya yang terlihat “nglendhi” (berminyak kental). Jadi silahkan coba dan berikan penilaian anda untuk rasa dan suasana di kedai ini.

Mari kita berbagi untuk teman-teman pembaca blog ini.

Yuk Bahagia Yuk..! (via Kehangatan Blog Eshape)

Mencoba fasilitas reblog.
Tidak salah kalau WP menjadi pilihan utama para penggemar blog. fasilitasnya memang luar biasa banyaknya dan sangat menarik.
Silahkan dinikmati ajakan untuk hidup bahagia ini.

Yuk Bahagia Yuk..! Minggu pagi, 1 Pebruari 2009, akhirnya aku bisa jalan-jalan pagi lagi. Sayang hanya Lilo yang bisa ikut, kakak-kakaknya sudah punya alasan sendiri-sendiri untuk tidak ikut.

Acaranya ya cuma jalan-jalan di seputaran rumah saja. Siapa tahu Luluk atau Lita berubah pikiran dan ikut nyusul acar ajalan pagi ini. Di sepanjang jalan, Lilopun berbuat yang aneh-aneh, sambil menunggu kemunculan kakak-kakaknya. Dia nyoba akting terbang biar bisa nyusul Gatotkaca di angkasa. He…he…he.. mimpi kali ni yee…!:-) Ketika sampai di jembatan … Read More

via Kehangatan Blog Eshape

By Eko Sutrisno HP Posted in berbagi

Festival Wirausaha 2010 H-1

Persiapan terakhir sudah digeber habis oleh panitia dan jadilah Rapat Final di lokasi Festival Wirausaha Bekasi Square penuh dengan gaung nyamuk yang saling bersahutan. Itulah suara saling sahut menyahut di antara panitia. Semua anggota panitia terlihat sedang menuntaskan tugas-tugas mereka mumpung bisa ketemu dengan anggota panitia yang lain. Maklum semua anggota panitia memang dipilih yang punya kesibukan luar biasa, jadi untuk ketemu antar panitia sulitnya setengah mati. Untung ada sarana milis TDA yang bisa menyambungkan komunikasi yang tidak terjadi dengan tuntas saat rapat.

Suasana rapat jadi seperti suasana pasar, karena masing-masing anggota panitia ingin saat itu juga menuntaskan hutang-hutang kerjaannya. Makin banyak yang berkumpul, makin seru juga acara penuntasan tugas masing-masing ini. Saat aku datang menjelang Isya, kulihat hanya pak Rawi dan pak Imed yang asyik mengkutak-kutik lokasi stand. Sampai menjelang rapat berakhir, masih kulihat pak Imed yang asyik dengan masalah lokasi stand.

Setelah tugas mulai tuntas, maka panitiapun mulai bisa fokus dengan presentasi dari seksi acara yang mengupas tuntas seluruh rangkaian acara secara detil dan gamblang.

Banyaknya variasi acara membuat semua anggota panitia harus fokus dengan porsi mereka masing-masing. Setelah plan “A” dibuat, maka segera dibuat juga plan “B” dan di lapangan bisa saja nanti menjadi plan “C” atau jangan-jangan malah plan “X”. Apapun yang terjadi “show must go on”. Ada mas Ragil, manager panggung yang handal dan ada eMCe yang siap mendukung tuntas acara ini, jadi diharapkan dari kawalan mereka, maka semua acara bisa berlangsung dengan mulus.

Tanpa terasa waktu terus berjalan dan jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Alamat semua anggota panitia tidak akan sempat nonton Mexico melawan Afsel. Terlihat beberapa peserta yang kebetulan penggemar bola sudah gelisah, karena materi rapat terlihat sudah final dan saatnya untuk melaju menuju acara piala dunia, yang kali ini kalah gaungnya oleh kasus mirip seleb Ariel, Luna dan Tari.

Di acara rapat final ini pembicaraan tentang kasus Ariel tidak banyak terdengar, rupanya panitia lebih fokus pada acara ledek-ledekan masing-masing seksi.

“Wah kalau dia sampai sekarang belum datang dan dapat tugas sesulit itu, kayaknya gak bakalan kelar deh kerjaannya. Udah pakai plan cadangan dulu”, gurau salah satu panitia yang diamini oleh peserta rapat yang lain. Namun beberapa saat kemudian ketika yang diomongin muncul, ternyata semua tugasnya sudah beres.

“Alhamdulillah, maaf tadi telah berburuk sangka…”

Inilah suasana khas rapat TDA yang menjadi makin kelihatan khasnya karena ada Teh Leni yang tidak pernah lupa memberi asupan gizi buat peserta rapat. Teh Leni ini memang salah satu anggota panitia idaman pengurus. Sudah cantik, baik hati, murah senyum dan selalu menunjukkan action nyata bukan action OMDO.

Gara-gara Teh Leni aku tidak jadi kelaparan malam ini. Yang terjadi malah kesulitan mencari toilet di mall ini jika sudah malam hari. Rupanya semua toilet ditutup oleh security jika mall juga sudah tutup.

Wow..terpaksa keliling kesana-kemari sebelum akhirnya ditunjukkan sebuah ruangan toilet yang masih buka sampai pagi.

Selesailah sudah acara rapat final ini dan seperti yang diprediksi Afsel draw melawan Mexico. Semua panitia terpaksa hanya melihat skor akhir saja dan langsung berkelana di dunia mimpi.