Manfaat Google Docs

“Aduh..flashdisk ketinggalan nih, bagaimana aku bisa presentasi tanpa data yang ada di flashdisk itu?”

Begitulah peristiwa yang terjadi saat acara forum komunikasi TDA Bekasi di Resto Samikuring, 28 Maret 2010. Pak Irfan langsung nyahut, “sekarang sudah ada fasilitas upload file di gugel dok, saya suka pakai fasilitas itu kalau mau presentasi”

Ternyata tidak banyak peserta acara yang menguasai aplikasi gugel dok ini. Akupun akhirnya menjelaskan kepada mereka langkah-langkah memakai gugel dok.

Pertama tentu kita masuk dulu ke situs gugel dok.

Terlihat sekarang gugel dok sudah menambah fiturnya. Sekarang sudah ada fasilitas upload file. Jadi mari kita coba memakai fitur upload file tersebut.

Sekarang kita pilih file yang akan kita upload ke gugel dok kita.

Setelah ketemu file yang akan diuload, langsung saja dikirim dengan cara melakukan klik pada tulisan Start Upload.

Daaaan…selesailah sudah petunjuk sederhana ini.

Cara selain model di atas, masih banyak, tetapi cara yang paling mudah ya memakai model seperti ni, Cara seperti ini mempunyai kelemahan, yaitu kecilnya ruang penyimpanan data, sehingga pengiriman tidak bisa optimal.

Silahkan berkreasi dengan model lain, misalnya rapidhare, 4shared, ziddu, dll. Sampai di tips selanjutnya.

Senam Ergonomik SMS di Forum TDA

Kalau Mie SEHATI menekankan pada perlunya makan yang sehat, maka pada acara forum komunikasi TDA Bekasi akan ada acara senam SMS [Senang Membuat Sehat/Sehat Membuat Senang].

Gerakan senam ini mirip gerakan sholat. Dimulai dari gerakan takbir, tangan diangkat tinggi tinggi sambil mengambil nafas dalam-dalam, kemudian ditahan sampai 20 kali dst. Bila kita sudah ahli, maka kita akan sanggup menahan sampai hitungan ke 40.

Kemudian ada gerakan hentak bumi untuk mengaktifkan seluruh syaraf, duduk perkasa (untuk meningkatkan vitalitas), ada juga jurus senam “rebah pasrah” yang sangat dahsyat.

Ini memang senam sederhana yang ternyata bisa membuat badan keringatan dan menjadikan diri kita senang sekaligus sehat.

Yuk sehat yuk dan datang ke acara Forum TDA Bekasi untuk belajar senam ini. Resto Samikuring 28 Maret 2010.

Ini senam atau sholat ya?

Ini senam atau sholat ya?

+++
gambar diambil dari sini

Hening

Adakah yang suka dengan lagu ini?
Selalu memberi pencerahan padaku.

Hening

Kala malam tiada berbintang
Tampak redup wajah rembulan
Hening sunyi sangat mencekam
Desir angin pun tanpa suara

Kutermenung menatap alam
Kepasrahan semakin dalam
Jagat raya dan seisinya
Lukisan segala kuasa

Kehidupan di alam semesta
Mengagumkan dan luar biasa
Semakin kurasa keagungan ini
Karya ciptamu Tuhan

Embun pagi dan rerumputan
Hijau daun dan warna bunga
Kicau burung yang hinggap di dahan
Matahari bersinar terang

Dan semua ini semakin kurasa
Sebagai nikmat yang telah kauberikan
Takkan kulangkahkan kakiku lagi
Tanpa bimbinganmu Tuhan

Kala malam tiada berbintang
Kutermenung menatap alam
Hening sunyi sangat mencekam
Kepasrahan semakin dalam

Embun pagi dan rerumputan
Matahari bersinar terang
Kicau burung yang hinggap di dahan
Lukisan segala kuasa

Gambar diambil dari sini

Lagu ini selalu membuatku merasa kecil dan melihat Tuhan menjadi begitu Agung dan begitu besar. Semoga semua yang mendengar lagu ini mendapat pencerahan hati, menjadi bersih hatinya dan mau berbagi bersih dengan lingkungannya.

Breaking News : Kompetisi Blog Gaya Hidup Hijau

Kompetisi Blog Gaya Hidup Hijau menunggu kamu!

Ayo kita jadikan hijau sebagai gaya hidup dan bukan gaya-gayaan aja hehehe

Cinta lingkungan oke, tapi buktinya apa, mari kita mulai dari diri kita sendiri.

Punya ide, pengalaman, saran, kritik tentang Gaya Hidup Hijau?

Tuangin di blog kamu, dan ikuti KOMPETISI BLOG GAYA HIDUP HIJAU

Info lengkap klik ke: http://bit.ly/apaaAz

Sekarang jugaaa yaaaa, deadlinenya bentar lagi!

+++

artikel tidak terkait : Bekasi Bersih Partisipasi Blogger

+++

Gambar tidak terkait

Ulang Tahun Melati dari Jayagiri

“Buat para sahabatku, inilah hari istimewaku. Hari ulang tahun lagu Melati dari Jayagiri yang kuciptakan 42 tahun yang lalu”, begitu sapa Abah Iwan Abdurahman dengan senyum khasnya.

Penampilan yang apik telah ditunjukkan oleh seorang Abah Iwan yang sudah berumur 63 tahun tetapi tetap dengan energi yang seolah tak kenal habis.

“Bener tuh, saya tahan nyanyi 30 lagu tanpa henti, pendengarnya justru yang tidak tahan, hahahaha….”

Berderailah ketawa kami, para sahabat Iwan, begitu Abah menyebut kami.

Abah memang tahan menyanyi dimana saja, di hutan, di pantai atau di tempat-tempat yang bisa mendekatkan Abah dengan kehidupan dan alam.

Suatu ketika Abah sedang melamun di lepas pantai dan selama beberapa hari Abah melihat sebuah perahu kecil yang terlihat tak berdaya di laut. Pikiran Abahpun berkelana dan akhirnya munculah sebuah lagu yang sangat menginspirasi dan mendapat penghargaan luar biasa dari dunia internasional.

Itulah lagu “Burung Camar” yang dibawakan dengan sangat pas oleh Vina Panduwinata.

Malam ini, di ulang tahun Melati dari Jayagiri, Abah Iwan menyanyikannya dengan cengkok yang sangat berbeda. Suara Abah memang tidak seindah Vina tetapi ruh lagu itu jadi terasa sangat dalam di tangan Abah Iwan.

Ada nada sendu yang menyayat di lagu itu.

“Saat kita membuang makanan karena kekenyangan dan tidak bisa menghabiskan makanan yang tersedia di meja, maka di saat yang sama masih banyak jutaan orang yang untuk makan saja tidak ada yang bisa dimakan”

Tiba-tiba ‘ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t’lah menghilang
Langit sepi walau tak bermega

Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Cuma kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita

Bagaimana Iwan menggambarkan sepinya hati dari seorang yang tidak bisa berbagi cerita terasa sangat menyentuh. Anak istri kita kadang memerlukan kita ada di sisinya bukan untuk dimintai pendapat atau apapun, tapi mereka sebenarnya hanya butuh didengarkan. Mereka butuh tempat untuk berbagi cerita.

Mari kita lihat hidup kita ini, kepada siapa kita lebih banyak menghabiskan waktu kita. Siapakah yang pernah kita berikan kesempatan untuk berbagi cerita?

“Loh..kok jadi pada serius gini? Abah hanya ingin bernyanyi bergembira bersama-sama, jangan terlalu serius donk”, senyum mengembang di bibir kami setiap Abah Iwan melemparkan gurauan-gurauannya.

Abah Iwan memang fenomenal. Bahkan majalah roling stones merasa wajib memberikan penghargaan khusus pada Abah Iwan.

Ada cerita menarik di tahun 1969, yaitu ketika Trio Bimbo menyodorkan beberapa contoh lagu karya Iwan Abdurahman seperti “Melati dari Jayagiri” dan “Flamboyan” ke Remaco, perusahaan rekaman yang dipimpin Eugene Timothy, namun lagu itu ditolak dengan alasan tak memiki nilai komersial. Kenyataan ternyata berbicara lain. Lagu itu sampai sekarang masih terus hidup dan menerangi hati-hati yang perlu pencerahan.

“Lagu flamboyant adalah lagu yang sangat berkesan bagi saya. Itulah saat saya melihat calon istri saya ketika dia masih SMA, eh…masih SMP malah !”

“Saat para cowok kaya raya mendekati sang cewek, saya hanya bermodal sepeda butut dan ternyata sayalah yang berhasil menyunting gadis itu dan lagu flamboyan ini selalu mengingatkan saya pada keindahan suasana saat itu”

“Coba lihat fenomena saat daun-daun flamboyant berguguran di tanah, sangat indah sekali. Semuanya memberikan pancaran keagungan Tuhan”

Filosofi daun jatuh adalah filosofi kematian yang tidak bisa dielakkan oleh siapapun. Semua yang hidup di dunia ini pasti akan mati, akan berguguran bagai daun yang turun ke bumi. Tinggal kita bertanya pada diri kita sendiri, siapkah kita saat kematian datang menjemput kita?

Sudah siapkah bekal yang kita akan bawa di hari kita menghadap Sang Pencipta? Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing.

Tak terasa malam makin menjelang dan saat lampu dihidupkan tanda selesainya acara, kita semua baru tahu kalau Dik Doank dengan khidmat ikut menikmati acara ini.

Sungguh pemandangan yang menggambarkan eratnya persahabatan antar paar musisi itu. Ternyata banyak sekali sahabat-sahabat Abah Iwan yang berdatangan untuk saling bertegur sapa.

Keinginanku untuk ngobrol dengan Abah Iwan kutunda saja dulu, kulihat mereka asyik bersenda gurau. Kutuangkan saja kesanku pada Abah Iwan di blog ini. Kalau ada waktu dan kesempatan, mungkin suatu waktu aku akan menghadiri lagi saat ada acara ulang tahun lagu Abah Iwan yang lain.

+++