Senin, 15 Juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi Kompas dan bagi dunia media Indonesia. Hari ini Kompas memplokamirkan diri sebagai koran multimedia pertama di Indonesia.
Bocoran koran ini sudah disampaikan oleh dedengkot Kompas [mas Edi Taslim] saat kopdar penulis blog Kompasiana di JHCC, Minggu 14 juni 2009.
Bar code yang biasanya hanya satu dimensi [X saja], sekarang sudah menjadi dua dimensi [X dan Y]. Suatu saat nanti mungkin akan berubah lagi menjadi 3 dimensi, tidak ada yang tahu.
Ide yang menarik ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1994 [bar code], tetapi hanya pada data horizontal saja. Sekarang bar code sudah berubah menjadi Quick Response [QR] Code. Data yang dimuat dalam satu QR code bisa sampai 4.296 karakter. Cukup leluasa untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan pengguna [user]
Secara mudahnya, QR code ini menjembatani media offline menjadi media online. Sehingga sebuah QR code yang bisa dipasang dimana saja, akan dengan mudah di”scan” oleh sebuah camera ponsel dan menghasilkan informasi yang dapat diakses secara online [dengan catatan, ponsel yang dipakai untuk scan QR Code mempunyai akses ke internet].
Langkah pertama adalah masuk ke situs http://dakode.mobi memalui ponsel berkamera dan kemudian unduh aplikasi baca QR Code [download reader].
Pilih aplikasi yang akan diinstall, ada BeeTag, iMatrix, Quick Mark, i-nigma dan Kaywa. Silahkan pilih yang disuka.
Kalau kita pilih BeeTag, maka setelah kita ambil gambar dan di”scan” oleh BeeTag, akan keluar gambar dengan kotak hijau, bila di”klik” maka kita akan menuju ke url yang tersembunyi dibalik gambar QR Code yang kita ambil.
Sayangnya, aplikasi BeeTag ini masih kurang stabil, sehingga sering error dan tidak bisa menampilkan informasi dibalik QR Code yang kita scan.
Aplikasi iMatrix dan QuickMark gagal saya download, sehingga akhirnya pilihan jatuh pada i-nigma. Hasilnya ternyata cukup stabil. Dari beberapa kali proses “decoding”, hanya sekali yang gagal [sayangnya kegagalan ini terjadi ketika aku sedang demo di depan kawan-kawan, hehehe...makanya jangan sok narsis]
Langkah-langkah scan atau decode QR Code adalah sebagai berikut
1. Masuk ke situs http://dakode.mobi dan unduh i-nigma. Aplikasi akan langsung mendeteksi ponsel yang kita pakai dan memberikan link sesuai ponsel kita.
2. Setelah terinstall dengan baik, mulailah mengambil citra QR Code. Dalam hal ini kita ambil QR Code yang ada di harian Kompas [karena hanya Kompas yang punya citra QR Code]

Shoot the object
3. Secara otomatis i-nigma akan melakukan scan dan menampilkan hasil scan yang berupa url ke suatu situs.

Scan dan dekode citra QR Code

Hasil dekode citra QR Code
4. Selesai !:-)

Informasi dibalik QR Code Kompas
Aplikasi yang dijalankan ini terlihat masih perlu banyak penyempurnaan, terutama dalam hal kestabilan aplikasi. Namun dengan versi inipun sudah cukup memadai, jadi bisa dibayangkan jika nantinya aplikasi ini terus disempurnakan.
Selamat buat Kompas yang sudah menjadi koran multimedia pertama. Kompas telah berhasil menjembatani antara media cetak [offline] dengan media online.

Koran Mulitmedia Indonesia Pertama
Aku jadi inget acara pesta blogger 2009 nanti. Akan asyik kalau ada yang membahas tentang QR Code ini. Minimal memperkenalkan dalam bentuk mini workshop [barangkali]. PB08 kayaknya baru saja berlalu, tahu-tahu sudah muncul logo PBo9.
Sudah nggak sabar mau narsis lagi ya?
…..
…
.














& Komentar
Juni 16, 2009 pukul 2:34 pm
sukses terus buat kompas deh………….
Juni 20, 2009 pukul 4:35 am
makasih
Januari 9, 2010 pukul 9:59 pm
Sakasih sangat menarik sekali artikelnya.
mas punya referensi yang komplit? bwt skripsi,,kaya’y belum ada tu d kmps saya
Juni 16, 2009 pukul 4:33 pm
Sila hubungi kami jika perlu informasi yang lebih teliti.
Juni 20, 2009 pukul 4:35 am
makasih mas John Fong
aku langsung masuk ke webnya ya..
salam
Januari 9, 2010 pukul 9:58 pm
Sakasih sangat menarik sekali artikelnya.
mas punya referensi yang komplit? bwt skripsi,,kaya’y belum ada tu d kmps saya
Januari 10, 2010 pukul 4:39 am
referensi komplit ada kok di internet
silahkan ambil dari sumber aslinya, biar skripsinya tidak bias
salam
Juni 18, 2009 pukul 10:35 am
sip
sukses buat kompas
Juni 20, 2009 pukul 4:36 am
sip
tengkyu
salam
Juni 20, 2009 pukul 3:22 pm
Saya juga sudah buat buat blog film saya nih .
Salam
Juni 20, 2009 pukul 3:39 pm
@Adam
boleh ditonton kan?
gratis enggak?
[halah maunya kok gratis aja]
Juni 28, 2009 pukul 9:02 am
Sangat menarik sekali artikelnya. Posting Anda yang disertai gambar simulasi langsung lewat hp memberi saya pencerahan mengenai penggunaan QR code ini (baca di wiki masih agak bingung :p). Perkembangan ICT memang sangat menakjubkan akhir2 ini, dan QR code ini saya pikir akan menjadi sesuatu yang fenomena di masa2 mendatang.
Satu hal yang masih saya bingung, kalo capek2 snap QR code ini hanya untuk mendapatkan sebuah url saja, kenapa tidak langsung dicantumkan saja url yang dimaksud, tanpa perlu pake QR code ini segala?
Mohon pencerahan lagi, maklum gaptek ;p
Juni 28, 2009 pukul 2:24 pm
@Hendra Lim
QR code ini memang dibuat agar para pemakainya lebih fleksibel dalam mendapatkan info yang terkandung di dalam QR Code itu
Ingat data yang ada di balik QR code itu bisa 4.296 karakter
Kalau ikita musti mengingat data sebanyak itu tentu tidak efektif
bahkan url yang sangat sederhanapun kadang kita bisa salah
ingat data mungkin iya, tapi ketika diketik di atas papan keyboard bisa jadi salah
contoh klikbca bisa diketik kilkbca dqan habislah semua uang kita
karena kita sudah merasa masuk di bca dan tanpa curiga memberikan data plus pin kita
QR code ini bisa dipasang di cangkir, di billboard atau dimanapun, sehingga lebih praktis, tinggal jepret dan kita sudah menerima data sebanyak 4.296 karakter [maksimal]
salam
Juli 28, 2009 pukul 12:59 pm
Waj\h, saya kok ga berhasil ya?
Pakai Nokia E63, padahal sudah berhasil download i-nigma nya.
Foto QR code dengan camera langsung atau harus dari i-nigma ya?
wah agak gaptek nih
Januari 10, 2010 pukul 4:38 am
foto langsung dari i-nigma dan langsung discan juga dengan i-nigma
aplikasi ini memang belum stabil, jadi ada kemungkinan juga tidak kompatibel kalau kita pakai nokia
silakan coba aplikasi yang lain, banyak kok bertebaran di internet
pasti ada salah satu yang cocok
salam