Seputer Penerbangan Flight A59

“Aku pakai Deliani [note book mini] pak untuk bongkar-bongkar FB bapak di atas 121″, begitulah kira-kira imil yang masuk ke BB-ku.

Sesama pengemar transportasi masal memang saat ini dimanjakan dengan koneksi yang unlimited dari beberapa penyedia layanan akses internet, sehingga sepanjang jalan dari rumah menuju ke kantor bisa asyik ber”hubungan” dengan sesama teman “maya”-nya masing-masing.

Itu pula yang membuat aku makin cinta pada penerbangan nomor Flight A59 dari Cikarang ke Cawang. Bagaimana tidak, naik penerbangan Airbus A59 ini sangat nyaman kok.

Ini daftar kenyamanan dari penerbangan Flight A59

1. Setiap hari selalu tambah kenalan baru, meskipun hanya kenal wajah tanpa kenal nama [ini terutama bagi yang suka narikin ongkos dalam rangka membantu sopir yang sibuk mengemudi]
2. Kalau ngantuk tidak perlu menepi dulu, tapi langsung tidur dengan segala gaya [bebas], sehingga sampai Cawang sudah seger lagi.
3. Mengurangi penggunaan BBM pribadi [untung di kantong dan secara berjamaah mengurangi konsumsi sumber daya alam dalam hal ini BBM]. Yang ini adalah keuntungan yang agak dipaksain tapi sebenarnya tindakan yang nyata dan bermanfaat.
4. Mengurangi kemacetan [meski efeknya sangat sedikit, tapi lumayan deh]
5. dll dll dlll [masih banyaktapi kalau ditulis semua takut kalau gak dibaca [he..he..he...]

Ketidak nyamanan juga pasti ada, tapi kalau dihadapi dengan senyum pasti rasanya tetap nyaman juga.

Contoh, ketika kemarin aku narikin ongkos pada para penumpang. Ternyata mereka pada menyodorkan uang 50 ribuan padaku padahal ongkosnya cuma 5.500.

Dari sejumlah orang yang ada di bagian belakang Flight A59 akan terkumpul uang sebanyak 126.500, nah kalau sekarang sudah terkumpul sejumlah uang yang lebih dari jumlah itu, darimana aku mesti memberi kembalian pada mereka itu.

Kupandangi lembar-lembar 50 ribuan ini dengan senyum simpul.

Alhamdulillah, aku masih bisa membayar ongkos dengan uang pas, cuma kadang-kadang secara manusiawi jengkel juga melihat mereka dengan tanpa dosa membayar uang 50 ribuan.

Bahkan pernah ada yang marah-marah gak mau dititipin uang angkot, Padahal cuma minta tolong untuk disampekan ke “kondektur”. Dia mengangap dirinya kaya raya, sehingga tak pantas ikut menarik ongkos penumpang angkot ini.

Wah, tetanggaku yang hidupnya mapan dan punya mobil bagus di garasi, rela juga kok naik angkot ini dan tetap bersikap seperti penumpang lain yang bersahaja dan penuh senyum persahabatan.

Setelah lama melihat-lihat lembaran 50 ribuan, akupun menukarkan satu lembar ke pak Sopir dan menawarkan pada penumpang untuk menukar uang 50 ribuan ini dengan pecahan berapapun.

Yang pertama mendapat pengembalian uang adalah mereka yang membayar ongkos 50.500, artinya kembalianya bulat 45.000. Kalau yang membayar 50.000 utuh kembaliannya agak sukar 44.500, jadi kunomor duakan.

Kebetulan yang mbayar 50.500 adalah seoranhg cewek muda, sehingga ada kesan aku milih-milih, tapi cuek ajalah. Kusodorkan kembalian 45.000 dan ada ucapan terima kasih dari bibir tipis itu [emang tahu kalau bibirnya tipis?].

ini cewek yang mbayar 50.500 itu [tipis gak ya bibirnya?]

Begitulah sebaiknya yang dilakukan oleh mereka yang menerima kembalian ongkos yang mereka bayarkan. Ucapan terima kasih atau minimal pandangan yang penuh pancaran persahabatan adalah etika yang pantas untuk hal ini.

Biarpun aku tidak mengharap ucapan itu, tapi kalau melihat mereka yang acuh menerima kembalian yang susah payah diusahakan, rasanya jengkel juga deh [wah.. artinya aku memang mengharap ucapan terima kasih nih, berarti aku masih belum ikhlas melakukan hal ini ya, astaghfirullah].

Senang juga kalau melihat pasutri yang berdiskusi sepanjang jalan di angkot ini. Bagaimana tidak, berbisikpun akan didengar oleh orang yang duduk di sekitar kita, apalagi kalau ngomongnya sampai diisi dengan emosi yang naik turun.

Wah kayak nonton sinetron 3Dimensi deh.

Begitu juga kalau ada yang nelpon dan lupa kalau sedang naik angkot. Wah, jadi ngebayangin apa yang sedang diomongkan oleh lawan bicara penelpon yang ada di samping kita nih.

Naik Angkot 59 memang penuh sensasi. Jangan sekali-kali berani nyoba naik kalau belum pernah naik, takut kecanduan.

pasutri yang asyik ngobrol

He..he..he… salam mesra penuh persahabatan buat penumpang Angkot 59.

…… ………

Rapat Seharian dan Latih Tanding Futsal

Seharian ini aku mabuk rapat, mulai rapat dengan Serikat Pekerja, dengan Kepala Lapangan Proyek Jembatan Suramadu, sampai dengan Panitia Reuni Akbar Teknik Sipil 2009.

Meski rapatnya berlangsung santai dan efektif, tetapi ternyata energiku habis terkuras juga. Tahu-tahu hari sudah malam dan kawan-kawan sudah menunggu untuk latih tanding Futsal.

Inilah olah raga yang sedang tren di saat ini. Dari faktor kesehatan sendiri, olah raga ini kurang dianjurkan, karena 3-4 jam sebelum tidur sebaiknya kita tidak ber olah raga berat.

Sayangnya pertandingan bola, diadakan juga pada malam hari, sehingga anjuran itu seperti suara di padang pasir saja, tanpa gaung dan hilang begitu saja.

Tadinya tempat latih tanding ini mau dipindahkan dari tempat yang sudah direncanakan, karena ada salah satu direktur kita ada yang ingin nonton, tetapi karena tempat lain sudah penuh, akhirnya tempat latihan tidak jadi dipindah dan kitapun meluncur ke tempat latih tanding itu.

Tanpa menunggu waktu, langsung pemanasan [maksudnya foto narsis dulu] kemudian milih anggota tim saat itu juga dan permainanpun dimulai.

Seperti biasa kita tampil dengan kostum kebesaran kita [sugesti biar menang lagi, kayak waktu melawan telkomsel beberapa waktu lalu]

Ternyata kiper lawan luar biasa hebatnya. Meskipun kendali permainan ada di tangan tim kita, tetapi akhirnya malah kecolongan gol duluan karena terlalu asyik menyerang. Kecolongan ini terus berlanjut, sehingga skor yang terpampang menunjukkan kita kemasukan 6 gol dan hanya memasukkan 3 gol.

Tuan rumahpun timbul eforianya, sehingga menurunkan tim lapis keduanya, demikian juga tim kita, turun juga anggota tim yang belum main.

Hasilnya 2-2.

Permainan terus berlanjut dan akhirnya merekapun kecapekan dan skor akhir menjadi 9-4, kita berhasil melesakkan 9 gol dan mereka berhasil membalas 4 gol.

Kedua timpun merasa sama-sama menang dan dirayakan di rumah makan terdekat.

Jam 22.00 aku meluncur pulang ke rumah dengan kondisi yang sudah hancur lebur. Untungnya pakai kalung biofir, sehingga masih bisa sampai ke tempat perisitirahatan di km 19, tol jakarta cikampek.

Setelah tidur sejenak di dalam mobil, akupun pulang dan sampai di rumah dalam kondisi yang segar. Kusiapkan diri untuk menghadapi keroyokan anak-anakku.

Ternyata mereka sudah pada tidur, sehingga akupun langsung menyiapkan diri untuk tidur.

Hmm…. pasti besok pagi acara dialog dengan anak-anak akan sangat meriah ……………….

Cooking Class di Pesantren Darunnadwah

Pagi-pagi sudah meluncur berdua ama mantan pacar ke Pesantren Darunnadwah. Ceritanya pimpinan pesantren ini pingin siswanya belajar masak agar untuk kebutuhan masak-memasak di pesantrennya tidak perlu nyari koki dari luar.

Muter-muter di seputaran SGC, akhirnya ketemu juga, setelah beberapa kali nanya orang yang kebetulan ada di pinggir jalan.

Ternyata pesantren ini sudah sangat terkenal di lingkungan Cikarang, hanya kita saja [maksudnya aku] yang tidak tahu, jadi merasa kesulitan ketika mencarinya.

Akhirnya juga jadi tahu, bahwa pemilik pesantren ini rupanya baca-baca situs internet dan akhirnya membaca blog tentang kursus masak gratis yang diadakan di rumahku.

Begitulah, pagi-pagi aku harus mencari lokasi pesantren itu agar siang nanti tidak “keblasuk”. Maklum nanti siang kan ngajak koki dari Jakarta, jadi harus bisa mengarahkan langsung ke lokasi demo memasak.

Pulang kembali ke rumah, nunggu sebentar, tak lama kemudian datanglah rombongan dari Jakarta.

Rombongan koki inipun segera berangkat menuju lokasi pesantren.

ALhamdulillah, pesertanya lumayan banyak dan dari beberapa generasi. Mulai remaja sampai ibu-ibu.

Senang rasanya bisa membantu teman-teman di pesantren Darunnadwah belajar tentang masak memasak.

Semoga yang terlibat dalam acara ini mendapat berkah atas partisipasinya.

Amin.

Berbagi Sehat di SAmi Kuring

Acara seminar berbagi sehat akhirnya sukses dilaksanakan di Sami Kuring. Ini adalah seminar perdana yang selanjutnya akan dilakukan secara rutin setiap hari Jumat malam.

Acara dimulai dengan makan malam bersama, masing-masing hadirin bebas memilih menu, meskipun tiketnya dijual sebesar 20 ribu rupiah.

Setelah selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan kesaksian dari para pemakai kalung biofir, dimulai dari pak Wisnu, yang kebetulan memang pemilik resto Samikuring, tempat acara ini diadakan.

Mulai dari khasiat yang kecil-kecil sampai khasiat yang signifikan, disampaikan oleh pak Wisnu. Memang kalung biofir ini sangat berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah, sehingga semua penyakit pasti akan mudah disembuhkan, karena nutrisi makanan dengan lancar terdistribusi ke sel-sel yang memerlukannya.

Acara selanjutnya adalah berbagi ilmu kesehatan yang disampaikan oleh Dokter Heri dari Surabaya.

Pada intinya, kalau ingin hidup sehat dengan gratis, maka yang dilakukan cukup tiga hal saja, yaitu :

  1. Makan dengan menu seimbang [80% sayur, buah dll dan sisanya 20 % daging, nasi, dll]
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olah raga cukup [3 kali seminggu masing-masing minimal 30 menit]
Bila tiga hal tersebut dilakukan secara rutin, maka dijamin tubuh kita akan selalu sehat, tapi kalau tidak bisa rutin, maka diperlukan kalung biofir untuk membantu memperlancar aliran darah, sehingga semua nutrisi dapat lebih cepat sampai ke sel-sel yang membutuhkannya.
Selesai acara, masih saja para hadirin minta waktu untuk berdiskusi dengan pak Heri, penceramah dari Surabaya yang sejatinya berprofesi sebagai dokter tetapi lebih fokus ke masalah energi biofir.
Begitu tertariknya para hadirin, sehingga salah satu hadirin mengajak pak Heri untuk berceramah di kota Bandung, agar kawan-kawannya ikut menndapat manfaat dari acara ini.

Alhamdulillah, hanya syukur yang terpanjatkan ke hadirat Allah swt atas suksesnya acara ini.

Semoga acara Jumat depan dapat lebih sukses lagi.

Amin.

asyik mendengar kesaksian pak Wisnu


kesaksian pak wisnu


Pak Heri, sang Penceramah


acara sudah selesai, masih juga bersemangat untuk bertanya



Selesai acara ini, masih saja pak Wisnu merasa belum capek dan ikut ke acara pertemuan musikus Cikarang.
Memang bapak yang satu ini doyan “melek” malem. Kapan capeknya ya?

Gaulah dengan orang gaul

Sepulang dari acara seminar berbagi sehat di Samikuring, aku menemani mas Nu menemui kawan-kawan CiMarT di rumah pak Ruwi.

Ini adalah pertemuan perdana dengan beberapa kawan penggemar musik di Cikarang ini. Tempat yang dipilih juga sangat bonafide, yaitu tempat kursus musik Jimmy Manopo di Jalan Jaguar Jababeka.

Badan sebenarnya udah capek setengah mati, gara-gara seharian “meeting” dan melaporkan hasil panitia reuni Akbar 2009 Teknik Sipil UGM kemudian disambung seminar perdana Kalung Biofir di SamiKuring.

Sayangnya capek itu jadi terlupakan ketika mendengar suara sang Vocalis alias pak Arry Mercury, sehingga sampai di rumah sudah benar-benar teler.

Eh ketika mau tidur, inget janji untuk upload tulisan tentang Band CiMart yang hari itu terbentuk tanpa sengaja ke blog CiMarT. Ya sudah teruskan saja “melek”-nya. Setelah selesai upload foto-foto, maka “tewaslah” aku di malam itu dengan senyum kepuasan.

Sungguh hari yang tak terlupakan, seminar kalung biofir perdana dan pembentukan Band CiMart yang luar biasa.

Ternyata semua merasa hari itu adalah hari yang istimewa, sehingga tangan pak Rawi sang Maha Drummerpun bergerak untuk menuliskannya.

Aku senyum-senyum sendiri membaca tulisan pak MahaRawi. Cocok deh, dia akan jadi pengusaha yang menyempatkan bermain musik. Mirip Setiawan Jodi deh.

Bedanya Setiawan Jodi gak kenal pak Ruwi, sedang pak Ruwi kenal dengan wajah Setiawan Jodi [lah opo hubungane pak Rawi, Ruwi dan Setiawan Jodi? Gak ono babar belas..!:-)]

Memang enak kalau mempunyai kawan yang hebat-hebat, rasanya kita jadi ikut hebat deh. Berarti betul deh kata par aorang tua kita, “bergaulah dengan orang baik-baik, maka kamu akan ketularan baiknya, bergaulah dengan orang alim, semoga berkahnya ikut nempel di dirimu”

Terima kasih kawan-kawan baikku. Semoga kita semua ada dalam lindunganNya selalu. Insya Allah. Amin.Ber