[calon] Presiden 2009 : Deddy Mizwar

Menarik banget nih ucapan mas Dedi di detik com. Aku setuju banget dia mencalonkan diri sebagai Capres alternatif. Soal menang kalah itu urusan nanti.

Tujuannya mas Dedi jelas, memberikan alternatif warna lain dalam sosok capres Indonesia.

Aku tidak tahu apakah mas Dedi ini punya FB atau tidak, kalau dia punya FB, jangan-jangan malah kasus Obama terjadi pada mas Dedi [sambil nulis blog sambil search FB mas Dedi]. He..he..he.. ternyata mas Deddy Mizwar punya FB. Pasti seru deh cerita ini.

Kitapun jadi punya alternatif calon pemimpin yang lain dari pada yang lain. Aku hormati keputusan dan keberanian mas Dedi. Salut buat Jendral Naga ini.

Aku memang mendukung siapapun yang mau menjadi capres untuk negara yang sedang memerlukan pimpinan yang bisa memimpin dengan HATI.

Semakin banyak capres memang semakin pusing milihnya, tapi lebih baik pusing di awal daripada pusing di akhir.

Semoga sukses mas Dedi.

Aku dukung pencapresan mas Dedi, tapi masalah milih Mas Dedi saya tunggu program dari Mas Dedi dulu.

Salam Sukses.

 
source : detiknews

Akhirnya SlumDoG kebanjiran penghargaan

Tebakanku tentang Slumdog bener menjadi kenyataan. Film bagus ini menang di beberapa kategori. Silahkan cek di http://oscar.com/oscarnight/winners/

Ada 8 penghargaan untuk Slumdog dan tiga penghargaan untuk Benjamin Button. Dulu saking senangnya dengan film ini, maka sehabis nonton langsung kubuat reviewnya di kompasiana dan di warnaislam

Film slumdog ini memang menuai banyak kritikan dari mereka yang merasa dilecehkan dalam film itu. Mereka menolak penggambaran kemiskinan di India yang begitu nyata.

Sekarang saat film itu menuai banyak penghargaan dan sekaligus membuat film India menjadi raja tahun 2009 ini, maka pendapat itu bisa jadi berubah atau malah makin membuat mereka sakit hati.

Di India sendiri ada dua kubu yang saling bertolak belakang. Satu kubu merasa dihina oleh film itu dan satu kubu lagi merasa dihargai oleh film itu.

Memang mereka yang tinggal di lokasi syuting itu mungkin tidak akan pernah melihat film itu, karena mereka lebih sibuk memikirkan mata pencaharian mereka daripada menyempatkan diri untuk menonton sesuatu yang menurut mereka mungkin tidak ada untungnya.

Begitulah dunia ini selalu ada du akutub yang saling berseberangan [dan biasanya ada juga satu kutub lagi yang suka pindah kesana-kemari, menjadi bunglon, selalu menyiapkan diri untuk ikut yang paling menguntungkan]

Mau lihat hasil lengkapnya?
Silahkan simak dibawah ini :

Daftar Pemenang Oscar 2009
http://oscar.com/oscarnight/winners/

Film terbaik
“Slumdog Millionaire”
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009

Sutradara Terbaik
Danny Boyle
“Slumdog Millionaire”
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009

Aktor terbaik
Sean Penn
“Milk”

Aktris Terbaik
Kate Winslet
“The Reader”

Aktor Pendukung Terbaik
Heath Ledger
“The Dark Knigth “
sebelumnya menang juga di Golden Globe 2009, saya sudah yakin sebelumnya kalau aktor dari Australia ini akan menang juga di Oscar setelah menang juga di Golden Globe.

Aktris Pendukung Terbaik
Penelope Cruz
“Vicky Cristina Barcelona”

Skenario asli terbaik
“Milk”
Dustin Lance Black

Skenario adaptasi terbaik
“Slumdog Millionaire”
Simon Beaufoy (dari novel Vikas Swarup “Q & A”)

Tata kamera terbaik
“Slumdog Millionaire”
Anthony Dod Mantle

Tata rias terbaik
“The Curious Case of Benjamin Button”
Greg Cannom

Tata seni terbaik
“The Curious Case of Benjamin Button”
Penata seni Donald Graham Burt, dekorasi set Victor J. Zolfo

Efek visual terbaik
“The Curious Case of Benjamin Button”
Eric Barba, Steve Preeg, Burt Dalton and Craig Barron

Tata busana terbaik
“Duchess”
Michael O’Connor

Film animasi terbaik
“WALL-E”
Sutradara Andrew Stanton
sebelumnya film ini juga menang di Golden Globe untuk film animasi terbaik.

Film animasi pendek terbaik
“La Maison en Petits Cube”

Film aksi pendek terbaik
“Spielzeugland (Toyland)”
Jochen Alexander Freydank

Film dokumenter panjang terbaik
“Man on Wire”
James Marsh and Simon Chinn

Film dokumenter pendek terbaik
Smile Pinki
Megan Mylan

Editing terbaik
“Slumdog Millionaire”
Chris Dickens

Tata suara terbaik
“Slumdog Millionaire”
Ian Tapp, Richard Pryke and Resul Pookutty

Penyuntingan suara terbaik
“The Dark Knigth “
Richard King

Lagu tema terbaik
“Jai Ho” dalam “Slumdog Millionaire”
Musik A.R. Rahman, syair Gulzar

Musik film terbaik
“Slumdog Millionaire”
A.R. Rahman

Film asing terbaik
“Departures” (Jepang)
Yojiro Takita

= ==== =

Belum nonton slumdog?

Baca reviewnya dulu baru nonton [he..he..he.. nonton dulu juga boleh kok]

Bisa juga dibaca disini atau disini

untuk BUMI [resolusi tahun 2009]

Sebagai supporter Greenpeace, maka selayaknya aku sampaikan agenda greenpeace agar kita lebih ramah terhadap bumi.

Di tulisan yang disampaikan oleh mas Wahyudi Tanjung, agenda itu ditulis sebagai berikut :

SAYA AKAN BERHENTI BERKENDARAAN

Lucu ya, gak masuk akal banget, tapi kalau mau tahu, kendaraan bermotor memang diperkirakan menyumbang setengah dari emisi gas rumah kaca.

Solusinya gimana?

Gunakan transportasi umum, sepeda, bila memungkinkan jalan kaki saja [kecuali jarak tempuh 20 km, kalau jalan kaki bisa gempor tuh kaki].

Kalau bisa berhemat naik pesawat terbang baik juga tuh, karena pesawat udara juga sumber polusi yang luar biasa besarnya.

KURANGI MINUMAN BERKEMASAN PLASTIK

Air bersih adalah hak asasi manusia dan bukan komoditas. Saat ini, industri minuman berkemasan menghisap jutaan liter air dari dalam tanah dan menjualnya dalam berbagai ukuran kemasan berbahan plastik.

Solusinya ?

Lihat botolplastik pada bagian bawahnya, gunakan yang berangka 7. Jangan gunakan yang sekali pakai. Nah, masak sendiri air putih itu dan pakai botol plastik yang berangka 7 itu. Jauhkan dari botol plastik yang susah didaur ulang.

HEMATLAH AIR

Sudah jelas, kalau sumber daya air di bumi ini kalau tidak dihemat akan mendatangkan malapetaka yang tidak main-main.

Hmm solusi yang ditawarkan kurang populer ya?

Hanya yang benar-benar bertekad kuat untuk membuat bumi ini hijau dan langit terus birulah yang akan mampu melaksanakannya.

Aku sendiri juga gak yakin bisa mengikuti ajakan ini, tapi kalau bisa kita laksanakan sedikit demi sedikit, lama-lama mudah-mudahan jadi terbiasa.

Dulu aku juga males banget naik angkot. Sumpek, gak aman, full of aroma “sedap” dan susah untuk duduk dengan nyaman.

Sekarang?

Aku sudah bisa “ngorok” tuh kalau naik angkot. He..he..he.. tapi ketika nyupir sendiri ya terpaksa minggir dulu karena muncul tanda-tanda ngantuk di mataku.

Ya Tuhan, tunjukkan yang benar adalah benar dan berikanlah aku kekuatan untuk melaksanakan kebenaran itu.
Amin.

Salam

Firasatkah atau Persangkaankah?

Sebelum sholat subuh, biasanya aku buka pintu halaman belakang rumah sambil minum air putih di dapur. Namun kali ini aku juga membuka pintu samping, dekat car port.

Bener firasatku, pas duduk di tahiyat akhir kudengar suara mobil memecah keheningan subuh dan berhenti di depan rumah. Saat doa sesudah sholat, kudengar pintu pagar terbuka.

Sambil tetap berdoa, aku dan anak-anak pada berpandangan, maksud pandangan itu adalah “Ibu sudah pulang tuh dari Yogya”.

Pas di ujung doa, terdengar salam dari istriku, dan dalam hitungan detik pintu kamar tempat kami sholat berjamaah sudah terbuka.

“Pak ada uang XX ribu untuk ngasih sopir?”

Begitulah firasatku hari ini kuturuti dan hasilnya semua sesuai firasat. Rasanya semua mengalir begitu saja, tapi aku yakin ada yang mengerakkan semua ini.

Minggu lalu aku menulis di PLURK
,”aku berada di depan kemacetan”. Maksudku biarpun radio El Shinta menyiarkan kemacetan dimana-mana termasuk di jalur yang kulalui, tetapi tetap saja mobilku melaju dengan kencang tanpa hambatan dan sampai di kantor mendahului teman-teman kantor yang lain.

Begitu selesai menulis, aku langsung mendapat firasat,”wah aku telah menulis sebuah kesombongan nih,sebuah tulisan yang tidak menunjukkan empati terhadap mereka yang sedang kesusahan karena ditimpa kemacetan”

Muncul sebuah firasat buruk, bahwa aku pasti tidak lama lagi akan ditimpa kemacetan. Kembali firasat itu menujukkan buktinya, ketika sedang melaju kencang di jalan tol Jakarta Cikampek, tiba-tiba semua mobil di depanku berhenti, tak bergerak.

Perjalanan yang sangat lancar dari Cawang tiba-tiba langsung berganti suasana.

Akhirnya akupun sampai pada sumber kemacetan. Sebuah truk tiduran di jalur yang kulalui. Dia tiba-tiba muncul tepat di depanku.

Itulah saat ketika mobil yang ada di depanku membelok ke kanan dengan tiba-tiba.

Secara reflek kuraih cameraku dan kuarahkan ke mobil itu, karena aku tidak bisa lagi bergerak. Mau maju nabrak truk tidur, mau ke kiri juga susah motong jalan yang begitu padat.

Alhamdulillah, saat itu yang kupikirkan adalah kebaikan hati sopir yang ada di jalur samping kananku.

Eh bener, mobil bus di samping kananku kulihat menungguku memotong jalannya. Kuucapkan terima kasih pada yang menggerakkan sopir bus itu, semoga amal sopir bus itu diterima dan dibalas dengan balasan yang baik.

AMin.

Aku sekarang jadi bingung sendiri. Sebenarnya yang menimpaku ini karena firasat atau karena aku punya suatu persangkaan dan semua persangkaanku itu terjadi seperti yang kupersangkakan.

Aku harus merenung lagi mencari pencerahan untuk ini.

Kuingat juga, berkali-kali aku mendengar berita di radio tentang kecelakaan di jalan tol, dan beberapa kali juga kulihat sendiri mobil yang mengalami kecelakaan di jalan tol, tetapi aku selalu tidak bisa mengambil gambarnya.

Hari ini aku bisa mengambil gambar mobil yang sedang kecelakaan dan tidak mengganggu pemakai jalan yang lain [karena mobil itu tepat berada di depanku dan mobilku dalam kondisi tidak bisa bergerak].

Jadi ini firasat atau jawaban dari keinginan yang kuat dari dalam hati?

Bagaimana menurut anda?

Ponari Jaman Dulu

Batu itu dicelupkan dalam hitungan detik ke dalam tempat air dan kemudian air itupun sudah berubah menjadi air ajaib yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Luar biasa. Ini adalah suatu fenomena yang membuat orang rela antri berdesak-desakan demi mendapat klhasiat sang batu itu.

Tentu Menag RI, MUI Jatim maupun para Kiai di Jombang menjadi gerah.

”Ini akan merusak aqidah umat”, begitu kira-kira yang ada dalam benak mereka.

Kalau menristek yang terkenal alim diminta mengomentari masalah ini, mungkin beliau akan sama gerahnya dengan Menag.

Pertanyaannya, mengapa sih aqidah umat bisa begitu gampang terpeleset oleh suatu hal yang sebenarnya tidak masuk di akal itu?

Aku jadi ingat peristiwa sejenis di tahun 70an dulu. Saat itu jaman judi buntut dan seorang anak kecil di kampungku, tiba-tiba kalau ngomong angka selalu cocok dengan nomor yang keluar di judi buntut itu.

Bisa diduga, bahwa berita dari mulut ke mulut ini menjadi bergema begitu kencang dan membahana.

Dalam hitungan hari, berita itu sudah menyebar ke sebagian besar penggemar judi buntut dan malam hari menjelang penutupan penjualan nomer, warga masyarakat ramai memenuhi kampungku.

Kampungpun jadi riuh rendah oleh tamu yang tidak diundang. Tentu warga jadi terganggu. Mereka menganggap penyebutan nomer itu hanya kebetulan belaka, sehingga merasa terganggu ketika mereka jadi tidak bisa berlalu lalang dengan leluasa di kampung mereka sendiri.

Bapakku yang saat itu menjadi sekretaris RK terpaksa melibatkan diri untuk mengatur para tamu tidak diundang itu. Mulailah dipasang blokade di setiap gang menuju rumah sang dukun cilik itu.

Repotnya, sang dukun cilik ini kadang sudah menjelang saatnya tidak juga mengeluarkan angka, sehingga para tamu makin emosi untuk melihat dari dekat rumah sang dukun. Blokade itupun lama-lama jadi rapuh juga.

Bagaimana tidak, ternyata para petugas yang seharusnya ikut menjaga lalu lintas tamu, ternyata ikut memasang nomor judi buntut itu, sehingga suasana benar-benar kacau. Sudah tidak lagi jelas antara petugas yang mau mengatur dan petugas yang ternyata ikut mencari nomor. Dengan menjadi petugas, mereka bisa leluasa mendekati rumah sang dukun.

Tentu bapakku menjadi pusing mikirin hal ini. Belum lagi para tetangga yang tadinya tidak percaya, karena mereka mengenal dengan baik kelakuan si bocah sehari-hari, ternyata ikut tertarik juga untuk masang angka judi buntut.

Masalah selesai ketika sang bocah ”diculik” dan kemudian dikembalikan dalam kondisi sudah tidak mau bicara tentang angka lagi. Aku tidak tahu apakah penculikan itu adalah skenario yang dibuat oleh pengurus RK atau memang diculik oleh bos judi buntut yang langsung rugi setiap hari gara-gara ketepatan tebakan angka si bocah.

Rupanya iman ini memang murah bagi mereka yang sedang putus asa. Mungkin benar kata orang bijak, bahwa kemiskinan kadang mendekatkan diri kita pada kekafiran.

Mereka lupa bahwa apapun yang menimpa kita, itulah yang terbaik yang direncanakan Tuhan untuk kita. Kalau kita tidak puas atau berdasar hitungan kita, rasanya kita tidak layak menerima cobaan itu, maka sebenarnya itulah saatnya kita sedang menjalani ujian kesabaran.

Mari kita jadikan sabar sebagai penolong kita. Seperti kata pak Dokter di acara kopdar pertama Kompasiana,”Saya kehilangan banyak barang berharga, tapi saya ikhlas, karena itu mungkin suatu petunjuk bagi saya agar lebih ikhlas dan lebih banyak beramal”

”Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?”