November 5, 2009

Blackberry jadi modem? Pakai BBDM 5.01

Bagi pengguna laptop yang kesulitan untuk melakukan koneksi internet menggunakan modem Blackberry, maka Blackberry Desktop Manager versi 5.01 sudah memanjakan para pengguna itu dengan adanya menu IP Modem.

ip-modem

ip-modem

Bila kita klik menu tersebut, maka akan muncul tampilan “Connection Setting”. Silakan klik di “configure”

connection-setting

connection-setting

Akan muncul tampilan menu “Set Up Connection”. Pilihlah provider yang sesuai dengan kartu yang ada di dalam Blackberry dan klik “Ok”.

Setup Conncetion

Setup Conncetion

Bila kita pilih telkomsel, maka akan muncul profil telkomsel di menu selanjutnya. Sekarang kita sudah siap untuk berselancar di laptop dengan memakai modem Blackberry. Caranya tinggal klik pada tulisan “connect” di bawah tulisan Connect to the Internet.

Profil terpilih

Profil terpilih

Dalam waktu sekejab, maka akan terlihat proses penyambungan koneksi, verifikasi dan akhirnya laptop kitapun terkoneksi dengan telkomsel.

Namun sebelum terkoneksi, akan muncul pop up windows yang memperingatkan anda, bahwa biaya koneksi ini belum tentu gratis. Biasanya akses dengan mempergunakan BB sebagai modem akan ditagihkan secara terpisah.

peringatan sebelum terkoneksi

peringatan sebelum terkoneksi

Bila anda yakin akan maksud pop up windows tersebut, maka tinggal tekan tulisan “Continue” dan munculah tampilan komputer terkoneksi ke internet. Lengkap dengan besaran datanya.

connected

connected

Selamat mencoba.

Tersambung ke Internet

Tersambung ke Internet

November 3, 2009

Indonesia Book Fair 2009

Ini tahun ke tiga istriku ikut pameran di Indonesia Book Fair 2009. Tahun lalu kalau dihitung-hitung banyak ruginya dibanding untungnya, sedangkan tahun pertama banyak untungnya.

IBF 2007 dan 2008

Setelah sibuk mikir ngalor ngidul, akhirnya istriku nekad untuk ikut yang ke tiga kalinya.

“Kenapa harus mikir ngalor ngidul? Sebagai anggota MMC2, maka yang penting bukan mikirnya tapi ACTION-nya!”, begitu kira-kira yang ada di benak istriku.

Di komunitas TDA Cikarang, memang ada beberapa kelompok mastermind. Salah satunya adalah Kelompok Mastermind Cikarang 2 alias MMC2, dimana istriku menjadi salah satu anggotanya.

Di kelompok MMC2 ini memang sedang “on fire”. Adalah pak Ipung yang terus berkembang usahanya dan kiprahnya dalam pengumpulan masa, sehingga dikenal dengan sebutan pak EO [event organizer], karena semua kegiatan yang ditanganinya selalu terbukti sukses. Sebut saja acara launching buku Pak Dhe NgebloG yang sukses dilaksanakan di Samikuring.

IBF 2009

IBF 2009

Semua ini tentu tak lepas dari kompor para founder TDA maupun EU, yang tak henti-hentinya mengajarkan berpikir dengan otak kanan, ACTION dulu baru mikir kemudian!

Minggu lalu, ketua KMMC2 juga sudah melakukan ACTION dengan resign dari pekerjaannya dan membuka gerai Mie Ayam Perto KCB.

Semangat para anggota MMC1 dan MMC2 inilah yang membakar semangat istriku untuk terus melakukan ACTION sepanjang dia mampu melakukannya.

Kadang aku capek sendiri melihat segala kegiatan istriku ini. Aku tahu dia membantimg tulang seperti itu adalah demi TK Nurul Azizi 3 yang selalu butuh dana tambahan agar bisa melaksanakan proses belajar mengajarnya.

TK Nurul Azizi 3 Surabaya

TK Nurul Azizi 3 Surabaya

Betapa bahagianya istriku ketika ikut MMC2 dan dijanjikan oleh Suhu Mie Perto tentang bantuan zakat para murid Mie Perto. Semua zakat yang diserahkan pengelolaannya ke Pak Syam, selanjutnya akan diteruskan ke TK Nurul Azizi 3 ini. Kalau saja dananya ada banyak, betapa inginnya istriku membuka sekolah gratis, seperti juga yang telah dilakukan oleh beberapa saudara kita, dengan mendirikan sekolah bagi kaum dhuafa.

Inilah contoh sinergi TDA Cikarang yang terasa sangat indah.

Sampai larut malam ini istriku masih asyik di lokasi pameran buku untuk mempersiapkan stand-nya. Besok pameran itu sudah buka, jadi hari ini persiapan harus selesai.

Akupun harus cepat-cepat pulang agar LiLo tidak sendirian di rumah. Besok akan kita lihat seberapa hebat istriku setelah menjadi anggota komunitas TDA Cikarang Bekasi. Kali ini istriku tidak hanya jualan kalung BIOFIR, dia juga jualan buku Pak Dhe NgeBloG dan pernak pernik lainnya. Apa yang bisa jadi uang, mari kita jadikan!:-)

Semoga semua kegiatan ini sukses dan mendatangkan hikmah bagi semua yang terlibat di dalamnya.
Insya Allah. Amin.

+++

IBF 29

IBF 29

November 3, 2009

Asmaul Husna [99 Nama Allah = 99 Suara Hati]

Islamic Widget di atas dapat diambil disini

November 2, 2009

Sinteron baru : Polri vs KPK

“Din, aku salut sama Polri kita. Cerdas dan berani..”, Khalid memulai pembicaraan di kantin siang itu dengan senyum khasnya.

Udin, yang diajak bicara malah asyik makan pisang goreng yang memangmerupakan makanan gorengan kesayangannya.

Rahmad yang kemudian menjawab pernyataan Khalid.

“Polri memang jagoan dan hebat, tapi kali ini salah tangkep deh !”, ucap Rahmad ketus.

“Wah mas Rahmad jangan mendewakan KPK donk. Mereka manusia biasa juga dan bisa salah. Polri pasti sudah punya buktikuat untuk melakukan proses hukum ini”

“Polri juga manusia biasa kan? Mereka juga bsia salah tangkap”

“Tunggu mas, itu kan Polri jaman dulu. Jaman sekarang Polrikita sudah beda, sudah lebih profesional”

“Iya deh, lebih profesional. Cuma kan artinya belum tentu sudah profesional. Hanya lebih profesional, iya kan?”

“Waduh, mas Rahmad ini suka berprasangka buruk terhadap Polri kita deh. Mari kita lupakan kisah Polri yang lalu-lalu. Kita tatap Polri masa kini yang bersih dan profesional”

“Wis mas, aku ndak paham hukum. Aku cuma ikut mendukung para fesbuker yang tidak suka dengan proses hukum Polri menangkapi para pimpinan KPK”

“Wah…ini lagi. Jangan sembarang mendukung sesuatu yang tidak jelas mas. Gerakan di dunia maya itu kan tidak jelas maksud dan tujuannya. Bisa jadi itu hanya untuk memperkeruh suasana saat ini”

“Jalan pikiran mas Khalid ini tidak sesuai dengan jalan pikiranku, jadi diskusi ini pasti tidak akan pernah selesai mas…”

“Harus selesai mas…kalau tidak nanti kita bekerja dengan pikiran yang tidak fokus. Bisa-bisa kinerja kita jadi menurun. Betul nggak mas Din…”

Udin yang sudah menghabiskan tiga potong pisang goreng akhirnya berbicara juga.

“Aku hormati keputusan Polri untuk berani bertindak tanpa pandang bulu”, ujar Udin pelan dan mantap.

“Nah…bener kan mas Rahmad, mas Udin juga mendukung tindakan Polri kita”, Khalid tersenyum lebar mengomentari ucapan Udin.

“Para petinggi KPK kan manusia biasa yang bisa khilaf dan bisa melakukan kesalahan”, Udin melanjutkan.

“Proses hukum yang benar dan tanpa pesanan dari pihak manapun pasti akan membuktikan bahwa para petinggi KPK itu salah atau tidak bersalah”

“Keputusan akhir bisa sesuai dengan anggapan masyarakat awam tapi bisa juga tidak sesuai. Saat ini masyarakat sudah jauh lebih cerdas dibanding jaman sebelum fesbuk meraja lela di seluruh media komunikasi kita”

“…….”

“Bagiku, perseteruan Polri vs KPK ini adalah hal yang bisa terjadi, tapi akan jadi masalah kalau terlalu dibesar-besarkan, karena akan ada yang meneguk keuntungan dari pertikaian ini”

“……”

“Saat ini masalah ini sudah terlanjur menjadi besar. Jadi tugas kita sebagai warga negara yang baik adalah meminta kepada siapapun yang berwenang untuk segera menuntaskan masalah yang menggantung ini secepatnya”

“Kedua institusi ini kita perlukan untuk memberantas korupsi yang sudah berurat akar di kehidupan kita. Jadi pertikaian ini jika terus berlarut-larut, tidak akan memberi nilai positip untuk pemberantasan korupsi”

“Ini akan jadi sinetron yang panjang. Ini bisa jadi lelucon yang akan kita tertawai dengan hati perih”

“Kita ikuti saja komentar yang menyejukkan tapi yang tetap tegas, bukan komentar menyejukkan yang lebay. Mari kita kawal proses hukum ini dengan cara yang sebaik-baiknya”

“Caranya gimana mas Udin?”

“Kita kurangi jam korupsi kita. Udah jam satu lewat lima menit. Kita sudah korupsi waktu kerja lima menit”

Udipun ngeloyor ke luar kantin.

November 1, 2009

Jangan Takut [ber]sama GusDuR, apalagi dengan mereka yang anti KPK….!:-)

“Mas, sampeyan kan Muhammadiyah nyekek kok kayaknya pemikiran sampeyan lebih dekat ke Gusdur daripada Amin Rais?”, begitu kata beberapa teman tentang sikapku pada Gusdur.

“Dulu sampeyan aktif di Tapak Suci, PS HW, terus juga ikut aktif di Organisasi underbouw Muhammadiyah, iya kan?”, begini model pertanyaan dari mereka yang sedikit mengenalku.

Biasanya aku hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan mereka. Pertanyaan itu lebih dekat ke pertanyaan retoris dibanding pertanyaan yang butuh jawaban.

Di beberapa masjid yang kusinggahi saat sering safari Jumatan di Sumatera Utara, nama Gusdur kadang disebut-sebut oleh khotib dengan nada yang kurang bersahabat.

Mengingat aku bukan orang yang kontroversial, maka tentu teman-teman banyak yang heran dengan pandanganku tentang Gus Dur.

Beberapa waktu lalu, GusDur juga membuat pernyataan yang kontroversial tentang Golput, akibatnya ada beberapa orang yang tadinya mantep mau Golput malah akhirnya gak jadi Golput dan ikut nyoblos [ini subyektif banget ya, jangan diambil di hati].

Selama jadi anggota KPPS, aku memang banyak mendengar celetukan tentang GusDur, terutama dari sisi minornya.

Sekarang Gusdur berulah lagi dengan menggoyang bulan madu SBY. Keindahan bulan madu SBY dengan pemilihnya saat ini sedikit ternoda oleh kasus KPK vs Polri [?].

Bagi masyarakat umum, maka kasus KPK sebenarnya mereka tidak paham-paham amat. Kasus menjadi pelik ketika ribuan facebooker mulai beraksi memasang berita mendukung KPK dan sekarang ini ditambah dukungan dari GusDur serta beberapa tokoh yang dikenal beraliran “santun”.

Jadi kemanakah kita mesti memberi dukungan? Pada GusDur atau pada pemerintah yang terlihat pro dengan penangkapan para petinggi KPK?

Marilah kita baca hati kita masing-masing. Mari kita tanya pada isi hati kita yang paling dalam. Pasti ada jawaban jernih disitu.

Intinya seperti yang ditulis di koran tempo pada terbitan hari ini, 1 nopember 2009.

“JANGAN TAKUT” untuk berbuat yang sesuai dengan hati nurani.

+++

Jangan TakuT

sumber gambar : Koran Tempo, 1 Nopember 2009

Oktober 26, 2009

Akhirnya [pak Nas] selingkuh juga

Kita semua sudah berkali-kali memberi tahu pak Nas agar jangan selingkuh, tetapi akhirnya pak Nas tetap selingkuh juga. Waktu itu memang pak Nas menjelaskan alasannya selingkuh, tetapi pak Ketua tetap bersikeras untuk menyarankan agar pak Nas lebih fokus ke bisnis sabun dulu dan jangan selingkuh, mikir ke bisnis lain.

Mungkin setelah beberapa kali merenung, maka pak Nas akhirnya memutuskan untuk membuka gerai mie perto, tepat di depan toko sabun curahnya.

Berdua dengan pak Iman, pak Nas resign dari pekerjaannya dan mereka berdua sepakat untuk mendirikan sebuah kedai mie perto.

Mie KCB

Mie KCB

Acara pembukaan gerai mie perto itupun dihadiri oleh teman-teman Mastermind, baik dari MMC1 maupun MMC2 [mewakili kelompok Cikarang] maupun rekan-rekan dari MMB [mewakili kelompok Bekasi].

“]Sharing Pak Nas [pak Iman di latar belakang]

Sehari sebelum acara, cobaan sudah datang. Bukan main-main cobaannya, jalan menuju lokasi kedai ditutup habis, sehingga kalau mau menuju kedai itu harus muter melewati perkampungan super padat dengan jalan yang super sempit.

Bener-bener sebuah perkampungan yang sangat padat, bahkan mobilpun tidak mungkin bisa berpapasan.

Alhamdulillah, masalah jalan ini pada saat pelaksanaan acara ternyata bisa diatasi. Beberapa tamu yang memakai mobil tetap dapat hadir pada acara ini dengan menempati lokasi parkir yang cukup memadai [di bawah pohon rindang di salah satu rumah penduduk].

Acara dmulai dengan sharing dari pak Iman tentang mimpinya untuk membangun 20 gerai mie perto dalam kurun 1 [satu] tahun ke depan.

“Tahun 2010 kita sudah akan selesai mendirikan 20 gerai mie di kota Bekasi, kita akan mulai dari Cibitung dengan nama Mie KCB”

“Terus terang ini memang terinspirasi oleh film KCB yang sangat fenomenal. KCB ini kita plesetkan menjadi Kelompok Cikarang Baru”, ujar pak Iman sambil tersenyum.

Pak Ato KTB [Kupat Tahu Bandung] sempat memberikan kesaksian terhadap cita rasa mie ini. Disamping itu tidak lupa disampaikan juga tentang kiat-kiat membuat sebuah kedai cepet laris.

“Dalam menjalankan bisnis ini, kita harus selalu enjoy terhadap apapun yang terjadi. Nanti pasti akan banyak cobaan terhadap proses pendewasaan bisnis ini. Jadi nikmati saja dan solusi pasti akan muncul”

“Bila bakso kita habis, jangan segan nulis tulisan BAKSO HABIS di depan gerai kita. Pelanggan akan terkesan dan menganggap bakso kita kelarisan, meskipun mungkin habis karena kita salah prediksi…”

Hadirin dibuat terkesima dengan penjelasan yang panjang lebar dari pak Ato. Memang pak Ato KTB ini termasuk manusia langka, kalau ngomong susah berhenti dan selalu membuat penonton terkesima.

Selalu tersenyum menghadapi apapun

Selalu tersenyum menghadapi apapun

Aku sendiri ketika diminta untuk memberi sambutan, hanya bercerita pengalamanku sebagai penggemar kuliner dan tentang perlunya sebuah komitment agar action kita tidak sia-sia. Mengutip pernyataan pak Ato, maka kusampaikan bahwa pak Nas dan Pak Iman ini memang sudah keracunan otak kanannya.

Umumnya untuk membuka usaha, seseorang perlu berhitung dulu tentang usaha itu, kemudian dipikirkan dengan baik-baik dan setelah hasil pemikiran dianggap menguntungkan, maka baru dilakukan ACTION [membuka usahanya].

Saat ini pak Nas dan pak Iman telah melakukan ACTION. Begitu sudah melakukan action, maka mau tidak mau gerai mie ini harus dipikirkan dan kemudian dihitung untung ruginya agar tetap dapat “survive”.

ACTION dulu, baru mikir dan HITUNG !

ACTION dulu, baru mikir dan HITUNG !

Inilah cara berpikir terbalik versi otak kanan. Bagi yang terbiasa memakai otak kiri tentu akan merasa bahwa model otak kanan ini sangat mengandung risiko yang tidak kecil. Pada kenyataannya, ada saja yang gagal dalam melakukan action bisnisnya, namun yang berhasil juga tidak sedikit, sehingga faham otak kanan ini terus tumbuh dan memunculkan komunitas TDA.

Para aktifis TDA, dengan enteng akan melakukan action apa saja bila kata hati mereka menyuruh untuk melakukan action.

Semangat kebersamaan, semangat saling memberi antara anggota TDA membuat ide apapaun, action apapun selalu didukung oleh semua anggota TDA. Sinergi luar biasa selalu mewarnai segala kegiatan member TDA. Inilah yang membuat TDA terus berkembang dan akan terus berkembang.

Hari ini semangat kebersamaan itu terlihat mewarnai acara pembukaan gerai mie ayam perto KCB. Semua orang yang melewati gerai itu pasti terpaksa menoleh melihat keramaian di gerai KCB.

“Untuk bulan pertama, sebaiknya kita selalu menyempatkan diri untuk pura-pura beli di warung itu. Dengan demikian, seolah-olah terlihat warung kita selalu ramai dikunjungi pembeli”, begitu nasehat pak Ato.

“Jaga kualitas rasa masakan, karena semua warung-warung yang enak selalu didatangi oleh pelanggannya, meskipun lokasinya sangat susah dicari”, begitu tambahan motivasi dariku ke pak Nas dan pak Iman.

Semoga sukses, salam FUNtastic. Selamat menebar rahmah buat lingkungan.

+++

LiLo belajar membuat Mie

LiLo belajar membuat Mie

Oktober 25, 2009

Kursus Private Property Plus

Tadinya mau survey D2D [door to door] untuk memenuhi target toko Cimart. Kebetulan Pak Ato yang akan disurvey adalah pakar Property di komunitas TDA, maka kita langsung saja ngajak beberapa teman yang tertarik bisnis property tetapi tidak pernah sempat melihat pak Ato presentasi tentang Property.

“]Survey Belanja CiMart

Jadilah acara kursus private property plus ini terlaksana sesuai rencana. Kita kumpul di KTB dan makan [gratis ternyata] sambil ndengerin cerita pak Ato tentang dunia bisnis property.

Asyik mendengarkan

Asyik mendengarkan

Dulu aku pernah menyarankan pak Ato untuk menguasai software powerpoint agar kalau menjadi presenter bisa lebih mudah menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.

Ternyata tanpa powerpointpun pak Ato sudah mampu menyihir peserta kursus malam ini.

Sungguh bisnis yang sangat menarik. Tanpa modal banyak [mulai dari 500 ribuan sampai 20 jutaan] seorang pebisnis bisa punya bisnis perumahan yang nilainya bisa puluhan milyar.

Segala teori dan bukti dari teori ditunjukkan [maksudnya disampaikan via omongan, karena tidak ada layar monitor yang bisa menampilkan omongan pak Ato].

Setelah sejam lebih “nyerocos”, pak Ato akhirnya mempersilahkan para anggota Cimart yang ingin bertanya tentang masalah property, tanpa membatasi topik, artinya boleh tidak sama dengan topik yang baru saja disampaikan oleh pak Ato.

Sungguh inilah semangat komunitas TDA yang selalu siap memberi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja.

LiLo yang sudah ngantuk berat akhirnya membawaku pulang ke rumah, sementara teman-teman lain masih asyik berdiskusi dengan pak Ato.

Kayaknya istriku cukup tertarik, tapi mungkin harus ngadakan acara kursus yang lebih privat lagi. Bisa juga konsultasi pake imil, semoga pak Ato bersedia menjawabnya.

Insya Allah.
AMin.

+++

Terus asyik mendengarkan

Terus asyik mendengarkan

Oktober 25, 2009

Menghitung Kesuksesan PB2009

Nurcahya Priyonugroho [Anung] nulis di Fisbukku begini :

“Panjenengan ini selalu melihat sisi positif dari sesuatu, panjenengan selalu melihat sisi baiknya. Nah, jika nggak bisa melihat yang baik dari sesuatu, panjenengan akan milih untuk tidak berkomentar :-) . In English: if Mas Eshape can’t say nice about something, he doesn’t say at all…”

Aku tergelak membaca tulisan ini, sekaligus kemudian tercenung. Apa iya, PB2009 yang dilaksanakan dengan begitu megah, dengan kontribusi ratusan blogger dari masing-masing kota, dengan cerita-cerita seru dibalik perjalanan blogshop di beberapa kota besar itu tidak ada nilai tambahnya?

Ada menteri TS dan Dirjen/Setjend BYI yang ikut membuka [doank] acara ini dan ternyata puncak PB2009 tidak ada nilai lebih dibanding tahun lalu ketika ditungguin oleh pak Menteri KK?

Wah, mas Anung harus dikoreksi nih.

Aku mau nulis nilai lebih dari pelaksanaan PB2009 ini dibanding PB2008 aja ah. Siapa tahu aku yang benar atau mas Anung yang salah [hehehe... sami mawon ya?]

1. Aku sukses mengajak blogger cilik [lilo] untuk aktif bersosialisasi dengan teman-teman blogger se Indonesia.
Aku tak perlu lagi blusak-blusuk kesana kemari untuk ngambil foto pak Menteri, foto Rapper Panji dll, karena sudah ada anak kecil yang bisa nelusup dibawah kaki-kaki para blogger dewasa.

PB2009 didukung oleh BeBlog dan CiMart

PB2009 didukung oleh BeBlog dan CiMart

2. Aku [sebagai Wakil ketua komunitas beBlog] bersama mas Yul [sekjend BeBlog], juga sukses menghibahkan tiket gratis ke bloggerbekasi [be blog] yang beberapa pengurusnya tidak kebagian tiket. Kulihat para BeBlog mania ini juga aktif bertanya dalam beberapa forum tanya jawab [meskipun suara yang keluar dari sound system tidak memadai]

Aktif bertanya di beberapa sesi acara

Aktif bertanya di beberapa sesi acara

3. Tahun lalu aku berangkat sendirian dari rumah dan kemudian nyamperin mas Amril TG [sekarang panitia PB2009]. Tahun ini aku didatangi kawan-kawan blogger cikarang dan kemudian menjemput teman-teman blogger cikarang yang lain. Tercatat ada 9 orang yang masuk ke mobilku [untung akhirnya mas ATG tidak jadi naik mobilku, sehingga berkurang dua orang penumpangku, maksudnya mas ATG itu setara dua orang].

4. Tahun ini aku tidak perlu narsis potret bareng mas Nukman seperti tahun lalu, tapi cukup motret mas Nukman dan mbak Maya yang cantik [ini gak nyambung kayaknya ya?].

5. Aku bisa ngajak istriku melihat suasana PB2009 yang tidak terbayangkan suasananya olehnya. “Kok ruangannya disekat-sekat tapi suaranya nggak disekat ya?”

6. Aku bisa makan siang bersama teman-teman blogger Cikarang [seputarcikarang.com], Bekasi [bloggerbekasi.com] dan blogger Jakarta yang tahun lalu tidak kutemui. Tahun lalu aku hanya bisa makan sendirian, karena mas Amril sedang diwawancarai oleh Kompas.

7. Aku bisa salaman dan ngobrol dengan mas BYI [adik kelasku] dengan cara duduk di kursi menteri TS, saat pak Menteri sedang pidato. Tahun lalu dan di beberapa kegiatan BYI tidak pernah kulihat hadir. “Aku gak pernah diundang acara ginian”, katanya di SMS beberapa waktu lalu.

8. Aku bisa dipotret oleh juru foto kawakan [mas RDP]. Semoga dapat dikimkan ke eko.eshape@gmail.com, sehingga aku bisa punya foto dengan kualitas yang baik [emang mas RDP mbaca tulsian ini? kalau dia mbaca pasti dia mau ngirim, tapi kalau nggak mbaca, hayu..???].

Mas RDp dan LiLo

Mas RDp dan LiLo

9. Aku ikut kontes nulis Telkom Speedy di laptop dengan mata tertutup. Hasilnya sukses [buat Speedy, karena hadiahnya kutinggalkan di meja Telkom Speedy, karena aku ketinggalan beberapa huruf yang benar]

10. Aku bisa difoto dengan manusia setengah robot oleh LiLo [tidak hanya menteri saja yang bisa, iya kan?].

“]Ini foto pak Menteri TS

11. Masih banyak lagi yang belum kutulis [misalnya melihat kepiawaian mas Nukman memimpin sesinya meski dengan sound system yang nyaris tidak terdengar], tapi dengan 10 kelebihan ini semoga mas Anung jadi berubah pikiran.

Asyik mendengar ceramah mas Nukman

Asyik mendengar ceramah mas Nukman

Bagaimana mas Anung?

Apakah tetap mempertahankan pendapat anda yang ini :

“Panjenengan ini selalu melihat sisi positif dari sesuatu, panjenengan selalu melihat sisi baiknya. Nah, jika nggak bisa melihat yang baik dari sesuatu, panjenengan akan milih untuk tidak berkomentar :-) . In English: if Mas Eshape can’t say nice about something, he doesn’t say at all…”

Aku wis banyak memberi komentar lho!

Salam FUNtastic

+++

Oktober 24, 2009

Ultah Kompasiana : Untung ada pak Pray

Minggu lalu aku sukses menjadi pengatur serangan acara Reuni Akbar Sipil UGM 2009. Ini memang sukses kolektif, semua anggota panitia saling bahu membahu untuk mendukung kesuksesan acara ini, sehingga hasil akhirnya juga memuaskan semua pihak.

Di hari yang sama, aku juga punya acara Launching Blogger Bekasi [BeBloG] yang dilaksanakan dengan penuh kejutan alias semua target terlampaui. Yang tadinya takut sepi penonton ternyata malah “mbludag”, yang tadinya takut gak didatangi bos, eh bosnya malah datang mbawa hadiah puluhan juta.

Kalau di acara Reuni Akbar Sipil 2009 aku jadi ketua panitia, maka di acara Launching Be Blog ini aku kebagian tugas sebagai Wakil Ketua Panitia.

Lebih Bangga lagi ketika melihat buku terbitan pertamaku bisa menjadi salah satu sponsor acara Launching BeBlog ini. Sebuah pencapaian yang tidak pernah kuduga semula.

Kecintaanku pada dunia blogger dan pada kota Bekasi membuat aku mampu membuat buku itu terbit dan mampu membuat aku aktif dalam launching Be Blog ini.

Malamnya aku masih menyempatkan diri untuk HBH dengan teman-teman TDA Bekasi. Benar-benar hari yang penuh kegiatan dan berhasil memuaskan semua orang yang ada di lingkunganku. Mulai dari diriku sendiri sampai mereka yang bersinggungan dengan diriku.

Ini adalah hari dimana aku sudah menyerahkan tugas rutinku sebagai eMCe, karena sudah muncul penggantiku yang tidak kalah hebatnya [sebenarnya aku harus bilang dia lebih hebat dariku, tapi gengsi kan?].

Rasanya kalau lihat panggung yang acara, aku memang selalu gatel dan ingin tampil di panggung, tapi aku bsia menahannya, sehingga penggantiku bisa tampil all out dan membuat audience terpuaskan.

Ini berbeda dengan acara ulang tahun kompasiana yang pertama seminggu setelah kesuksesan acaraku itu. Acara ultah Kompasiana yang begitu indah, penuh dengan orang hebat dan dimulai dengan guyonan yang sangat menyentuh dari pak Taufik dan pak KK, akhirnya harus berlangsung dengan “dingin”.

EMCE yang cantik dan bening ternyata tidak cukup mengangkat gairah penonton yang sudah siap digairahkan. Ini memang pertemuan para blogger dan kalau yang bicara adalah orang yang kurang memahami dunia blogger, pasti ucapannya tidak akan bisa menyentuh audience.

Beda banget dengan penampilan Panji yang memang blogger asli. Suasana yang dingin bisa dipanaskan, sehingga ada kawan blogger yang sampai mau loncat dari balkon atas saking bergairahnya.

Acara yang “dingin” ini akhirnya membuatku ingat acara kopdar kompasiana yang pertama. Kurang lebih punya nuansa kedinginan yang sama, untung di kopdar pertama itu ada pak CH yang luar biasa talentanya, sehingga suasana dingin bisa menjadi hangat.

Menjelang akhir acara barulah suasana mulai menghangat. Siapa lagi kalau bukan bapak blogger kompasiana pak Pray yang membuat suasana jadi hingar bingar. Semua pasukan elit rumah sehat tumpah ruah di depan panggung.

“]Penghangat Suasana [pak Pray]

Ketika aku mendekati para bintang panggung yang berdiri berjajar di depan kue ulang tahun, maka akupun segera mengambil gambar kue itu dari jarak yang sangat dekat, sehingga semua fotografer profesional dadakan ikut merubung kue itu. Sisa-sisa pasukan rumah sehatpun kembali merangsek ke depan dan membuat suasana kembali hingar bingar.

Kutinggalkan kerumunan itu dan akupun naik panggung untuk mengambil gambar mereka yang sudah makin “menggila”.

“Waduh… di saat acara mau berakhir malah jadi meriah seperti ini ya?”

Suasana mulai hiruk pikuk

Suasana mulai hiruk pikuk

Kejutan terakhir dari Kompasiana yang tidak mengejutkan justru menjadi pemicu para aktifis rumah sehat kompasiana untuk membuat suasana jadi penuh gelak dan tawa.

Akhirnya tidak sia-sialah acara ini diadakan di tempat yang begitu enak, temaram dan sejuk. Semua audience telah menemukan oase di akhir acara dan itu cukup untuk membuat tidur malam jadi terasa indah.

Terima kasih buat mas Panji yang telah ikut menghentikan kedinginan suasana. Teirma kasih buat teman-teman aktifis Rumah Sehat yang tidak bosan-bosannya mendukung acara kompasiana tanpa “reserve”.
Terima kasih semuanya.

+++

Panji in action

Panji in action

+++

Happy Birthday Kompasiana

Happy Birthday Kompasiana

+++

Selalu tegar dalam segalanya

Selalu tegar dalam segalanya

Oktober 22, 2009

Pesta Blogger 2009 [H-3]

Minggu ini jadi minggu yang paling menegangkan bagi pecinta PB09. Susunan acara PB09 yang masih disimpan erat membuat para pecinta PB09 berselancar kesana-kemari untuk mencari bocoran acara.

Bahkan kawan karibku yang jadi panitia saja tutup mulut untuk hal ini. Wah….kayaknya bakal banyak kejutan di PB 09 ini.

Aku sendiri terdaftar di dua komunitas dan dapat dua undangan gratis, tapi sebagai blogger sejati ya harus tahu diri. Salah satu tiketku kuhibahkan pada komunitas yang lebih membutuhkan.

Rasanya pesta blogger 2008 baru minggu yang lalu diadakan, rasanya masih terbayang suasana hiruk pikuk saat makan siang di PB08, tetapi ternyata itu sudah setahun lampau.

Beberapa rencana yang muncul di PB08 ternyata juga sudah kesampaian, tanpa sadar.

Saat itu bertemu dan bekenalan dengan mas Yul, eh kita omong kosong tentang perlunya blogger bekasi untuk punya wadah tersendiri. Sayang setelah itu wacana itu hilang begitu saja.

Untung pada pertemuan selanjutnya dengan mas Yul di Kompasiana wacana itu hidup lagi. Begitulah ternyata pertemuan itu akhirnya berujung pada launching BeBlog [blogger bekasi] dan aku kebagian tugas jadi Wakil Ketua.

Saat menghadiri PB08 tahun lalu, dari Cikarang aku juga hanya berduaan dengan mas Amril TG.

Tak sengaja kita nyeletuk tentang perlunya ngajak teman-teman untuk PB09 tahun depan.

“Kita pasti bisa mengajak teman-teman blogger cikarang untuk ikut PB09 tahun depan”, begitu kesepakatan omong kosong dengan mas Amril TG.

Ternyata kemudian Blogger Cikarang juga sudah berdiri, aku kebagian jadi komisarisnya dan salah satu anggotanya sudah menerbitkan buku [pak Dhe ngeblog].

Semua impian-impian itu begitu enak keluar dari kepala dan ternyata tahu-tahu sudah terlaksana. Jadi begitulah kita ini, semua terjadi sesuai persangkaan kita.

Inikah berkah Pesta Blogger?

Semoga demikian. Amin.

Sampai ketemu di PB09.

+++

Artikel terkait

Pesta Blogger 2009
Pesta Blogger 2008
Pesta Blogger 2008 [nametag]
Ole-ole Pesta Blogger 2008
Setelah euforia pesta Blogger 2008
Pesta Pengrajin Mobil 2008 [ini gak ada kaitannya deh !:-)]