Kita semua sudah berkali-kali memberi tahu pak Nas agar jangan selingkuh, tetapi akhirnya pak Nas tetap selingkuh juga. Waktu itu memang pak Nas menjelaskan alasannya selingkuh, tetapi pak Ketua tetap bersikeras untuk menyarankan agar pak Nas lebih fokus ke bisnis sabun dulu dan jangan selingkuh, mikir ke bisnis lain.
Mungkin setelah beberapa kali merenung, maka pak Nas akhirnya memutuskan untuk membuka gerai mie perto, tepat di depan toko sabun curahnya.
Berdua dengan pak Iman, pak Nas resign dari pekerjaannya dan mereka berdua sepakat untuk mendirikan sebuah kedai mie perto.

Mie KCB
Acara pembukaan gerai mie perto itupun dihadiri oleh teman-teman Mastermind, baik dari MMC1 maupun MMC2 [mewakili kelompok Cikarang] maupun rekan-rekan dari MMB [mewakili kelompok Bekasi].
“]
Sehari sebelum acara, cobaan sudah datang. Bukan main-main cobaannya, jalan menuju lokasi kedai ditutup habis, sehingga kalau mau menuju kedai itu harus muter melewati perkampungan super padat dengan jalan yang super sempit.
Bener-bener sebuah perkampungan yang sangat padat, bahkan mobilpun tidak mungkin bisa berpapasan.
Alhamdulillah, masalah jalan ini pada saat pelaksanaan acara ternyata bisa diatasi. Beberapa tamu yang memakai mobil tetap dapat hadir pada acara ini dengan menempati lokasi parkir yang cukup memadai [di bawah pohon rindang di salah satu rumah penduduk].
Acara dmulai dengan sharing dari pak Iman tentang mimpinya untuk membangun 20 gerai mie perto dalam kurun 1 [satu] tahun ke depan.
“Tahun 2010 kita sudah akan selesai mendirikan 20 gerai mie di kota Bekasi, kita akan mulai dari Cibitung dengan nama Mie KCB”
“Terus terang ini memang terinspirasi oleh film KCB yang sangat fenomenal. KCB ini kita plesetkan menjadi Kelompok Cikarang Baru”, ujar pak Iman sambil tersenyum.
Pak Ato KTB [Kupat Tahu Bandung] sempat memberikan kesaksian terhadap cita rasa mie ini. Disamping itu tidak lupa disampaikan juga tentang kiat-kiat membuat sebuah kedai cepet laris.
“Dalam menjalankan bisnis ini, kita harus selalu enjoy terhadap apapun yang terjadi. Nanti pasti akan banyak cobaan terhadap proses pendewasaan bisnis ini. Jadi nikmati saja dan solusi pasti akan muncul”
“Bila bakso kita habis, jangan segan nulis tulisan BAKSO HABIS di depan gerai kita. Pelanggan akan terkesan dan menganggap bakso kita kelarisan, meskipun mungkin habis karena kita salah prediksi…”
Hadirin dibuat terkesima dengan penjelasan yang panjang lebar dari pak Ato. Memang pak Ato KTB ini termasuk manusia langka, kalau ngomong susah berhenti dan selalu membuat penonton terkesima.

Selalu tersenyum menghadapi apapun
Aku sendiri ketika diminta untuk memberi sambutan, hanya bercerita pengalamanku sebagai penggemar kuliner dan tentang perlunya sebuah komitment agar action kita tidak sia-sia. Mengutip pernyataan pak Ato, maka kusampaikan bahwa pak Nas dan Pak Iman ini memang sudah keracunan otak kanannya.
Umumnya untuk membuka usaha, seseorang perlu berhitung dulu tentang usaha itu, kemudian dipikirkan dengan baik-baik dan setelah hasil pemikiran dianggap menguntungkan, maka baru dilakukan ACTION [membuka usahanya].
Saat ini pak Nas dan pak Iman telah melakukan ACTION. Begitu sudah melakukan action, maka mau tidak mau gerai mie ini harus dipikirkan dan kemudian dihitung untung ruginya agar tetap dapat “survive”.

ACTION dulu, baru mikir dan HITUNG !
Inilah cara berpikir terbalik versi otak kanan. Bagi yang terbiasa memakai otak kiri tentu akan merasa bahwa model otak kanan ini sangat mengandung risiko yang tidak kecil. Pada kenyataannya, ada saja yang gagal dalam melakukan action bisnisnya, namun yang berhasil juga tidak sedikit, sehingga faham otak kanan ini terus tumbuh dan memunculkan komunitas TDA.
Para aktifis TDA, dengan enteng akan melakukan action apa saja bila kata hati mereka menyuruh untuk melakukan action.
Semangat kebersamaan, semangat saling memberi antara anggota TDA membuat ide apapaun, action apapun selalu didukung oleh semua anggota TDA. Sinergi luar biasa selalu mewarnai segala kegiatan member TDA. Inilah yang membuat TDA terus berkembang dan akan terus berkembang.
Hari ini semangat kebersamaan itu terlihat mewarnai acara pembukaan gerai mie ayam perto KCB. Semua orang yang melewati gerai itu pasti terpaksa menoleh melihat keramaian di gerai KCB.
“Untuk bulan pertama, sebaiknya kita selalu menyempatkan diri untuk pura-pura beli di warung itu. Dengan demikian, seolah-olah terlihat warung kita selalu ramai dikunjungi pembeli”, begitu nasehat pak Ato.
“Jaga kualitas rasa masakan, karena semua warung-warung yang enak selalu didatangi oleh pelanggannya, meskipun lokasinya sangat susah dicari”, begitu tambahan motivasi dariku ke pak Nas dan pak Iman.
Semoga sukses, salam FUNtastic. Selamat menebar rahmah buat lingkungan.
+++

LiLo belajar membuat Mie