Jajan Mie/Nasi Goreng
Rabu, 2 Juli 2008, aku pulang agak sorean. Ternyata pas sampai komplek Jababeka, yang mestinya tinggal 1@2 menit saja nyampe rumah, hari ini macet-cet, sehingga nyampe rumah maghribnya udah lewat.
Kue Pukis

Di Jalan Kasuari Raya, Jababeka II, dekat Rumah Sakit Internsional, depan ATM Mandiri, biasanya pagi-pagi ada yang suka jualan kue pukis.
Kita bayar 3.000 rupiah dapet 10 buah pukis hangat yang kuecil-kuecil. Namun, meskipun kecil-kecil, rasanya luar biasa enaknya.
Yang jual pakai kopiah dan selalu tersenyum pada pembelinya (kalau gak senyum, pelanggannya pada lari ‘kali).
Saat hari masih gelap, kulihat dia sudah nongkrong disana. Gak tahu juga dia subuhan dimana, aku belum sempat nanya.
Yang jelas LiLo sangat lahap makan kue itu (termasuk bapaknya yang gak mau kalah “rakusnya”). Pagi ini aku kembali mbeliin LiLo satu plastik, dan ketika habis aku beli lagi satu plastik kedua.
Ternyata pada plastik kedua dikasih satu potong kue bonus, jadi 3.000 rupiah dapet 11 potong kue.
Rupanya abang penjual gak mau kalah soal bersedekah.
Bersedekahlah kapanpun anda mau, seulas senyum juga sudah dihitung sedekah.
Salam
Tahajud vs Euro 2008
Konser bola yang maunya setara dengan piala dunia ini memang akan membuat para bola mania untuk rajin mantengi TV di tengah-tengah malam, saat yang paling pas untuk sholat Tahajud.
Satu pendapat bilang bahwa Euro ini akan membuat pemirsa malas sholat subuh karena kecapekan nonton bola, sedangkan yang satunya bilang inilah saat yang paling tepat untuk kembali rajin sholat tahajud, sebelum bulan puasa datang.
Daripada enggak pernah sholat tahajud, maka momen ini sangat tepat untuk memancing diri kita agar mulai lebih dekat pada Tuhan.
Saat menunggu para komentator ngoceh, yang kadang-kadang isinya nggak jelas, maka sholat tahajud adalah pengisi acara yang paling tepat, karena sebenarnya sholat ini bukan hanya sekedar pengisi acara, tapiu adalah sholat yang sangat membantu untuk membuat hati kita jadi lega, tenang, nyaman dan mampu mengeluarkan aura persangkaan yang baik.

hari ini kuajak diriku sendiri untuk kembali rajin sholat tahajud dan jangan sampai menjadi budak bola.
Amin.
Subuhan Yuk ….!
Gara-gara mas Gun, aku jadi ikut komunitas itu. Sholat subuh memang menjadi istimewa di keluargaku, karena hanya di waktu subuhlah kami bisa berkumpul secara lengkap.
Saat Maghrib, kadang aku belum pulang, demikian juga saat Isya, kadang gak ada ortu di rumah. Anak-anak jadi sering kesepian bila malam mulai menjelang.
Semoga waktu subuh dapat menjadi tempat yang paling nyaman untuk selalu meningkatkan kehangatan cinta di antara keluargaku.
ULtaH LuLuK
Hari ultah Luluk beda dengan ultah Lita beberapa minggu lalu. Gak ada perayaan sedikitpun. Abis subuhan kita ngobrol aja ngalor ngidul sampai kesiangan ke kantor (tapi tetep gak teladh, dan hanya satu orang yang lebih rajin dari aku
HaPe LiLo
Menjelang ulang tahunnya, LiLo sudah mendapat HaPe baru, hadiah dari kakaknya. Luar biasa senangnya dia, soalnya udah lama minta sama bapaknya tapi gak pernah dikabulkan.
Ya, sebenarnya buat apa sih hape untuk anak SD sekecil dia?
Cuma karena teman-temannya sudah pada punya hape bukan jaminan bahwa seorang anak SD harus punya hape. Aku masih inget ketika beberapa tahun lalu mbelikan LiLo PS2, yang waktu itu masih jarang dipunyai orang.
Penjualnya sampe’ heran, lho anak sekecil ini kok sudah dibeliin PS2, padahal anak-anak lain masih berkutat dengan PS1 dan atau Nitendo yang versi lama. Itu makanya ketika keluar PS3, XboX dll aku sama sekali gak etrtarik lagi untuk mebliin dia.
Dulupun kayaknya PS2 itu bukan untuk dia tapi untukku (he..he..he… masa kecil kurang bahagisa ‘kali!:-).
Sekarang gara-gara mbakyunya ikut lomba komputer tingkat STLTP+SLTA se wilayah Jabodetabek + Karawang dan juara harapan II, maka LiLo dapet HaPe. Soalnya mbakyunya pada sudah punya HaPe.
HaPe mbakyunya juga sebenarnya bukan Hapenya sendiri tapi “lungsuran” hape bapaknya yang kebanyakan nomor. Akhirnya temen-temen bapaknya ketika nelepon yang nerima bisa-bisa anaknya yang nomor satu atau yang nomor dua, soalnya anaknya memang dapet lungsuran hape sak nomornya sekalian.
Sekarang bapaknya cukup puas dengan satu nomor saja (dan beberapa kartu chip axis, esia, fren di kantongnya saja).
Hari ini anak mbarep ultah dan nampaknya dia bahagia banget dapet jam tangan (warna biru) dan berhasil mbuat banner buat FSnya.
Semoga keluargaku selalu mampu mensyukuri nikmat Allah yang tak pernah habis mengucur dari langit.
Amin.
Keras dan Lunak
Kamis, Mei 29, 2008
Keras dan Lunak
Tulisan ini kubaca di presentasi dari Andrie Wongso. Aku lupa siapa yang ngirim file presentasi ini ke komputerku, tapi yang penting kalimat di atas banyak benarnya.
Selama ini, banyak orang bilang aku terlalu keras terhadap diri sendiri, misalnya bangun pagi sebelum subuh dan ke kantor setelah subuhan.
Ngapain pagi-pagi ke kantor? Mau bantu-bantu ngepel?
Setelah kurenungkan, ternyata kehidupanku menjadi lebih nyaman Beberapa nikmat yang kudapat dari kekerasan terhadap diri sendiri adalah, antara lain :
- Bisa ngobrol dari hati ke hati dengan istri dan anak-anak dalam suasana yang segar, secara rutin.
- Bisa baca berita hari ini dengan lebih nyaman (tidak dikejar-kejar jam berangkat atau nunggu koran yan nggak datang-datang)
- Membaca surat elektronik dari korporat secara otomatis, karena browserku tak set agar yang terbuka pertama adalahhttp://surat/disposisi/, dalam suasana yang masih fresh, sehingga kegiatan hari ini lebih terencana.
- dll
Apa yang terjadi ketika aku mencoba lunak dengan diriku sendiri.
Sampai di kantor dalam kondisi capek, keringat “gembrobyos” bercucuran, terlambat, gak sempat baca koran, disposisi surat belum dibaca sudah ditanyain realisasinya, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat hidup jadi kayak neraka.
Selamat mengendalikan diri sendiri, karena musuh terbesar kita memang adalah mengendalikan diri sendiri
Bekerjalah sesuai tanggung jawab kita kepada Allah, diri sendiri, orang lain dan lingkungan kita (alam semesta).
Salam
Lontong Cap Go Meh
Bila kita ambil belok kanan, maka kita akan mengikuti jalan kembar dengan median yang cukup luas, penuh pohon dan rumput hijau yang tertata asri. Taman (median) ini begitu nyaman dan empuk, sehingga setiap malam minggu selalu dipenuhi oleh mereka yang ingin bersantai, baik bersama keluarga, “gang”-nya maupun pacarnya.
Suasana riuh rendah itu akan kontras dengan suasana Minggu paginya. Habis Subuh, kalau kita jalan di jalan kembar itu, terutama di depan pertokoan Roxy dan Pasar Tradisional, maka akan terlihat sampah (sisa acara malaem mingguan) yang berserakan dimana-mana.
Kesibukan mereka yang olah raga pagi di jalan kembar itu bersamaan dengan kesibukan pekerja komplek Jababeka untuk membersihkan sampah yang berserakan.
Minggu pagi ini, aku belikan anakku (LiLo) kue pukis satu plastik. Biasanya dia cukup puas dengan satu plastik itu, dan sambil nungguin aku bayar tagihan kredit di ATM Mandiri dihabiskannya kue itu. Ternyata satu plastik hari ini tidak cukup, karena ada kakak-kakanya yang ikut ambil bagian menghabiskan kue pukis itu.
Kubelikan lagi satu plastik dan kita jalan menuju pertigaan di ujung jalan kembar. Di pasar kita berhenti sebentar, karena sudah tidak kuat ingin makan kue pukis, dan lanjut lagi begitu kue pukis sudah habis.
Kue terakhir dimakan kakak Lilo, sehingga ada wajah tak puas di acara itu. Maunya LiLo beli satu plastik lagi, tapi tak kuhiraukan, soalnya harus mbalik lagi , cukup jauh dan rasanya dua plastik sudah cukup untuk hari ini, toh diujung jalan ini ada warung Lontong Cap Go Meh yang “luezat” banget rasanya.
Sampai di Lontong Cap Go Meh, langsung pesen dua dan kita foto-fotoan sambil menunggu penjualnya menyediakan Lontongnya.
Tanpa sepengetahuan kita, ternyata LiLo ngambek dan langsung ngeloyor pulang. Ya ampun, begini rasanya makan Cap Go Meh yang “luezat” tapi sambil mikirin kemana LiLo sembunyi ya???
Abis makan, aku langsung pulang dengan kecepatan penuh dan anak istri menyusul dengan kecepatan normal. Sampai di rumah, rupanya LiLo sudah main “SimS”. Yaaaa…. Tahu gitu kita lamain makan Lontong Cap Go Mehnya, karena masih belum puas tuh makan seporsi Lontong Cap Go Meh.
Hari ini kembali dapet pelajaran, kalau mau makan enak, perhatiin juga keinginan anak-anak, jangan-jangan ada yang kelewatan.
Pasti ada Hikmahnya (lagi)
Punya anak kecil yang sering ditinggal pergi, maka akibatnya anak jadi pinter masak telur sendiri (lihat di http://eshape.blogspot.com/2008/03/pasti-ada-hikmah.html), maka pada episode kali ini ternyata Lilo sudah pandai juga masak nasi sendiri.
Mulai dari nyuci beras, ngambil tempat masak nasi dari Rice Cooker, mencucinya, sampai memasukkan beras ke rice cooker, Lilo sudah mampu menyelesaikannya sendirian.
Mendengar ceritanya, aku langsung minta dia rekonstruksi ulang dan kuambil gambarnya dengan Nokia N-73.
Ini hasilnya.
-
Arsip
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (5)
- Mei 2008 (8)
- April 2008 (1)
- Maret 2008 (7)
- Februari 2008 (13)
- Desember 2007 (5)
- September 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS




