Desember 16, 2009

BBM 5.0.0.55 OTA

Pengguna BBM versi 5.0.0.33 mungkin masih merasa tidak puas dengan performance yang diberikan oleh aplikasi itu. Apalagi kalau sampai ikut beberapa grup, maka BB jadi terasa lemot abis. Jam pasir sudah mulai sering muncul dan kegiatan pencet memencet BB sudah perlu waktu sela sebelum melakukan proses selanjutnya.

Saatnya untuk mencoba mengunduh versi terbaru BBM langsung dari situs BB.

Disini tempat OFFICIAL BBM 5.0.0.55 dapat diunduh, langsung memakai handset masing-masing
www.blackberry.com/messenger

Ini daftar kelebihan yang ada pada versi terbaru ini.
☑ File Transfer gives option to preview before download,
☑ Group Chat is smoother,
☑ Option to auto accept voicenotes,
☑ Overall Faster
☑ Bisa view pict yg di send
☑ Save Shared pict grup bisa di on/off kan
☑ Noti grups bisa di on/off kan
☑ Respon lbh bagus.

Boleh percaya boleh tidak, tapi sebaiknya langsung menuju lokasi dan unduh secepatnya.

Pilih bahasa yang diinginkan dan langsung menuju ke lokasi unduhan.

Kalau aplikasi ini ukurannya terasa terlalu besar untuk handset anda, maka sebaiknya uninstall dulu aplikasi lain yang dirasa kurang manfaatnya. Punya BB kalau gak punya grup BBM ya mending pakai hape non BB saja, murah dan bermanfaat.

Kalau semua aplikasi yang ada ternyata dianggap penting, maka boleh coba BB Onyx, mungkin merupakan sebuah penyelesaian [yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan masalah yang dibahas, hehehe...]

Selamat berselancar pakai BBM 5.0.0.55

Desember 15, 2009

Yogya di Waktu Malam

Melewati kota Yogya di tengah malam yang sunyi, berduaan dengan Litha, kami mencoba memotret apa yang bisa dipotret saat berhenti di lampu merah.

Sebuah gunting yang menancap di atas aspal malioboro.

Gunting diambil dari sisi yang lain.

Kepala di simpang Ngabean

Agak kabur, karena diambil sambil naik sepeda motor.

Ini adalah wajah berbeda kota Yogya saat ini. Para seniman kota Yogya sedang berkreasi dan mereka tumpahkan semua kreasi itu di pinggir jalan-jalan besar.

Desember 13, 2009

Tiara Yang Baik Hati

“Bisa bicara dengan bapak Eko Sutrisno?”, begitu suara empuk seorang cewek di seberang sana

“Darimana mbak?”, aku mikir juga nih, kok malem-malem dapat telepon bernomor Medan yang tidak kukenal

“Kami dari Hotel Tiara Medan pak”

“Ooo…ada apa mbak?”, aku langsung meraba sakuku, ada kartu magnetic untuk masuk kamar yang terbawa sampai Jakarta. Aku jadi inget kejadian di Padang tahun lalu, gara-gara bawa kartu magnetic untuk masuk ke kamar aku dianggap masih tidur di hotel itu sampai berhari-hari [wah...kacau deh waktu itu kejadiannya]

“Ini pak, kami menemukan barang bapak XXX dan YYY yang masih tertinggal di kamar. Kalau Bapak masih berada di Medan silahkan datang untuk mengambilnya”

Astaghfirullah, rupanya barang yang kucari masih ada di Medan.

Sungguh berbeda dengan hotel ternama di Jakarta dan Yogya yang sampai berkali-kali kuhubungi tentang barangku yang ketinggalan tetapi tetap menganggap tak ada barang yang ketinggalan.

Barangku XXX dan YYY memang tidak semahal barang yang ketinggalan di Jakarta dan Yogya, tapi insya Allah aku sudah tidak mau nginap di hotel yang tidak sanggup mengajari pelayannya untuk tidak melaporkan barang yang ketinggalan di kamar.

Salut buat Hotel Tiara

+++

Selamat datang di Tiara

Selamat datang di Tiara

+++

artikel tidak terkait
Kisah Malam-malamku di kota Malang
Kerja Keras Adalah Energi Kita !

Desember 9, 2009

Kerja Keras itu perlu Energi [berlebih] Kita

“Dulu disini penuh calo mas…”, kata teman Pertamina ketika aku mengunjungi Depo Pertamina Plumpang.

“Maksudnya?”, kataku minta penegasan

“Iya mas, sejak pintu gerbang di depan, maka sopir sudah dihadang para preman yang meminta sejumlah uang agar sopir tanki bisa masuk ke lokasi Depo Plumpang ini”

“Ada beberapa titik yang harus dilalui dengan menyerahkan sejumlah uang, sehingga sopir tanki itu selalu stres sepanjang hari. Kerja keras mereka di hari itu, seolah-olah sia-sia saja, padahal semua energi sudah dikerahkan semaksimal mungkin”

Kami berkeliling di lokasi Depo Plumpang, melihat kelengkapan peralatan K3 yang sangat memadai untuk lokasi yang sangat rawan kebakaran ini. Sayang beberapa waktu setelah kunjunganku ke Depo Plumpang ini, terjadi kebakaran hebat yang membuat heboh Jakarta dan kemudian merembet ke seluruh Indonesia.

“Mari kita lihat ruang kontrol mas”, suara temanku membangunkan aku pada lamunanku.

Aku menganggukan kepala tanda setuju, meskipun aku tidak tahu apa yang dimaksud ruang kontrol itu dan apa yang dikontrol dari ruang itu.

Memasuki ruang kontrol, maka terlihat puluhan layar monitor di ruang itu.

“Nah dari layar yang ini, kita tahu truk siapa yang saat ini sedang mengisi BBM, juga bis atahu truk siapa yang baru saja masuk di pintu gerbang”

Kulihat di layar monitor yang sdang memperlihatkan sebuah truk mengisi BBM ada data nomor polisi mobil tanki yang sedang mengisi BBM tersebut, lengkap dengan nama pemilik truk tanki tesebut.

Akupun jadi tahu kalau tanki yang kulihat di layar monitor itu punyanya seorang pengusaha yang penah dekat dengan presiden wanita kita [sampai saat ini juga masih dekat tuh].

Terlihat di layar monitor, sopir truk keluar dari kendaraannya dan kemudian mengerjakan proses pengisian BBM secara swalayan.

“Loh, sopir itu kok ngisi sendiri mas. Apa tidak takut dia ngambil kebanyakan?”

“Perhatikan saja layar monitor mas. Nanti terlihat bahwa truk yang sedang mengisi BBM itu membutuhkan berapa liter dan nanti pada angka liter yang dibutuhkan itu, maka secara otomatis BBM sudah terkunci dan sopir tidak bisa apa-apa lagi. Semuanya proses itu terlihat di layar monitor dan dapat kita kontrol dari sini”

“Kalau mau kita bisa saja menghentikan acara pengisian BBM ini dari tombol-tombil yang ada di ruang kontrol ini mas”

“Oooo…”, akupun malah makin bengong saja. Namun sejenak kemudian aku kembali bertanya.

“Mas, kok ada truk tanki yang logonya lain? Kayaknya itu bukan truk tanki pertamina deh, mirip truk tankinya stasiun pengisian BBM yang dari luar negeri itu”

“BUkan mirip mas, truk itu memang bukan truk tanki pertamina. Memang baru tahu kalau mereka mengambil BBM dari sini?”, pertanyaan balik yang menjawab pertanyaanku.

“Oooo…”, kembali aku makin terbodoh-bodoh. Ternyata stasiun pengisian BBM yang non pertamina itu ngambil BBMnya juga di Depo Pertamina.

“Terus dimana donk perbedaan antara stasiun BBM Pertamina dengan non Pertamina, kalau yang dijual adalah barang yang sama?”, kataku dalam hati

“Barangkali mereka menjual pelayanan ya?”, lanjut pemikiranku dalam hati.

Bagai bisa membaca apa yang kupikirkan, aku kembali mendapat penjelasan.

“Kita memang ada kerja sama saling menguntungkan dengan pemilik truk tanki itu. Konsekuensinya kta memang haus bisa bersaing dengan mereka dalam hal pelayanan, karena barang yang dijual memang sama, bukan mirip!”

“Itu sebabnya kita pasang logo PASTI PAS di beberapa stasiun pengisian BBM Pertamina. Ini adalah usaha yang harus dilakukan untuk mengikis keraguan masyarakat terhadap kuantitas BBM yang mereka beli di SPBU kita”

“Wah, banyak pemilik SPBU yang protes donk?”

“Bener mas. Perlu kerja keras untuk meyakinkan para pemilik SPBU itu. Kita yakinkan bahwa pelanggaran kuantias BBM akan berdampak sangat buruk terhadap kelangsungan hidup usaha mereka.”

“Kita adakan pemeriksaan reguler pada mereka dan kemudian kita adakan juga pemeriksaan dari badan internasional untuk menjamin bahwa kuantitas BBM yang ada di SPBU sesuai dengan yang tertera pada meteran”

[sumber gambar disini]

“Wah, tambah kerja keras donk !”

“Kalau memang harus begitu ya mau gimana lagi mas. Kitapun tidak hanya berhenti sampai di situ. Kita terus bekerja keras dengan energi yang ada pada kita”

“Kita hanya punya satu pilihan, kecuali kalau kita mau mati, ya tinggal pertahankan sistem seperti saat ini, maka dijamin beberapa tahun lagi SPBU Pertamina akan mulai bertumbangan. Mas lihat sendiri kan, SPBU kita yang lebih murah harga jualannya ternyata kalah bersaing dengan jualan BBM yang non Pertamina”

“Hehehehe….aku jadi paham deh, kenapa banyak cewek-cewek cantik yang sering mangkal di SPBU Pertamina. Pasti dalam rangka kerja keras Pertamina menyelamatkan nasib SPBU-nya. Gitu kan mas?”

[sumber gambar disini]

“Benar mas. Kita kerahkan segala energi kita untuk memunculkan imej baru tentang SPBU Pertamina. Kita jamin kuantitas BBM di SPBU yang memasang logo PASTI PAS, pasti pas jumlah liternya sesuai dengan meter yang ditunjukkan di alat pengukur BBM”

“Segala cara kita lakukan untuk mendukung kerja keras ini. Iklan di TV maupun menampilkan ikon-ikon tentang kejujuran, kita pajang di tempat yang sesuai”

“Hehehehe…makanya ada juga gadis pramuka yang ikut menjadi bintang iklan PASTI PAS ya mas?”

“Hahahaha…bener-bener…kita memang melakukan segala bentuk promosi untuk mendukung keja keras ini”

sumber gambar disini

Rupanya tekad yang sangat kuat dari para SDM Pertamina yang pro pada reformasi untuk berbuat lebih baik lagi ini terus mendapat dukungan dari karyawan Pertamina maupun masyarakat, sehinga gerakan ini terus menggelinding bak bola salju.

Gerakan untuk berbuat lebih baik ini tadinya memang dimulai dengan kerja yang sangat keras, tapi ke depannya gerakan ini akan memberikan dampak sangat positif bagi PERTAMINA.

Selamat buat Pertamina yang sedang melakukan transformasi budaya dengan kerja keras yang tak kenal henti. Ini adalah gerakan yang perlu kita dukung bersama.

Sesungguhnya Kerja Keras Adalah Energi Kita !

Desember 7, 2009

Kenangan Malam di Kota Malang

“Malam mingu ini enaknya nonton aja yuk”, kata temanku

“Hehehehe…gak ada duit mas, jauh lagi”, kataku

“Punya uang 25 rupiah enggak?”

“Punya donk. Dapet honor dari tulisanku di koran KR Yogya dua ribu lima ratus tuh”

“Oke ayuk berangkat saja, cukup patungan per orang 25 rupiah”

Temanku langsung mengeluarkan sepeda motornya tanpa menggubrisku lagi.

“Hehehe..mau ditraktir ya?”, kataku sambil mengikuti temanku keluar kamar kost.

Dua temanku yang lain ikutan juga keluar dari kamar kostnya. Rupanya mereka sudah lebih dulu diajak untuk ikut acara ini.

Arema

Arema

Dari jalan Bendungan Sigura-gura 1c,  kami melangkah menuju arah Unibraw dan nongkrong disana. Temanku menungguku mengantar satu demi satu mereka yang mau nonton di malam minggu ini.

“Isilop disini galak-galak, jangan sekalipun berani goncengan tiga ya”, kata temanku

“Halah cah Bantul aja sok ngomong Ngalam”

Kamipun tertawa berderai kalau sudah bicara mengenai bahasa khas Ngalam. Nama kami jadi aneh-aneh dengan bahasa Ngalam ini.

Istilah Isilop untuk polisi, Ngalam untuk Malang, ojob untuk istri begitu lekat sejak kami tinggal di Malang ini.

Ramahnya penduduk Malang membuat kami langsung menyatu dengan masyarakat kota Malang. Jajanan yang super murah, bahkan dibanding Yogya yang saat itu dikenal sebagai kota dengan biaya hidup termurah,masih lebih murah jajanan di Malang.

Setiap pagi aku sarapan dengan menu nasi ayam kari. Ayamnya tidak kumakan dan nasinya kumakan dengan kuah kari saja. Lauk ayam ini kumasukkan plastik dan kupakai sebagai lauk nanti siang. Jadi siangnya aku hanya perlu beli nasi satu piring saja.

Sorenya kadang makan dan kadang tidak. Soalnya sering dapet kiriman dari mbok yang masak di rumah pemilik kost ini. Kalau dapat kiriman ya makan kalau tidak ya makan angin saja ambil gitaran di depan kamar kost [untuk bukti bahwa masih belum tidur dan masih menerima kiriman makanan dari siapapun].

Aku juga rajin puasa Senin Kamis, meskipun niatnya masih diragukan oleh teman-temanku karena ajaran Agama atau karena kekurangan uang.

Tak terasa sepeda motor sudah sampai di depan kerumunan orang dan ada poster-poster film di beberapa tempat.

“Disini ya bioskopnya?”, kataku

“Ya inilah bioskop Kelud dengan tiket hanya 25 rupiah”

“……….?????”

Gedung bioskop Kelud ini rupanya adalah gedung bioskop termurah yang ada di Nusantara. Dengan harga tiket hanya 25 rupiah, kita bisa duduk di bawah naungan langit lepas dan di atas kursi beton sambil nonton film yang sudah “second run” atau malah mungkin “third round”.

Saat film diputar, kitapun bisa beli makanan dan minuman saat menonton. Di pinggir ruangan ini berjejer para penjual makanan minuman, sayangnya aku sendiri gak pernah beli makanan dan minuman ini. Untuk tiket saja masih mikir apalagi mau beli-beli.

Jangan tanya kalau hujan turun. Bisa dipastikan para penonton harus pindah tempat duduk atau bisa jadi film terpaksa dihentikan. Kebetulan aku belum pernah kena hujan saat nonton di Kelud.

Malam makin larut dan film akhirnya berhenti. Kami berempat keluar dari gedung bioskop, kembali menuju jalan Bendungan Sigura-gura.

“Aku naik angkot saja pulangnya. Sudah ngantuk nih”, kata temanku. Akupun mengiyakan sambil menghidupkan sepeda motor dan menyusuri jalan lengang di Malam Minggu yang sudah larut ini.

Sepanjang jalan dari Kelud ke Unibraw, terlihat rombongan pejalan kaki yang saling bergerombol dengan canda mereka masing-masing. Angkot sudah tidak banyak dan mungkin para penumpang angkot lebih suka memilih jalan kaki menuju ke rumah mereka masing-masing.

Akhirnya aku balik lagi untuk menjemput teman-temanku yang mungkin kehabisan angkot. Sayang karena tidak janjian, maka akhirnya teman-temanku pulang dengan naik angkot yang mereka dapatkan setelah berjalan beberapa kilometer.

Malam pertama nonton di bioskop Kelud selalu masih menjadi kenangan indah bagiku dan bagi teman-temanku.

Warna warni dan pernak pernik acara malam pertama di Kelud sering menjadi topik pembicaraanku dengan teman-teman saat kami melakukan reuni.

Topik itu makin lama makin hilang dari pembicaraan seiring berita bahwa bioskop Kelud sudah lama digusur.

Akupun makin jauh dari berita Aremania karena alamat imilku juga sudah berubah. Dulu aku punya alamat eko@medan.wasantara.net.id tapi alamat itu akhirnya harus kurelakan untuk tidak kupakai lagi karena aku harus meninggalkan kota Medan. Padahal warung Aremania di Jalan Gatsu Medan sangat lekat di hati maupun di lidah. Murah meriah dan penuh kehangatan persaudaraan ala Aremania.

Alhamdulillah lebih dari dua puluh tahun kemudian aku bisa berhubungan lagi dengan Aremania meskipun hanya melalui blog ini.

Aku yakin ada di antara pembaca blog ini yang pernah sama-sama tinggal di rumah Kost Jalan Benduangn Sigura-gura 1C. Sama-sama menikmati siaran radio Saur Sepuh dan sama-sama suka bergurau dengan mbok sepuh yang ahli masak dan suka nganterin masakannya tanpa diketahui mas Syamsul sang pemilik kost.

Bravo Aremania.

Kami Blogger Bekasi mengucapkan selamat ulang tahun buat teman-teman BloggerNgalaM. Jangan lupa kita juga punya kegiatan menyambut hari Aids di bulan Desember ini. Kontes SEO Bekasi Peduli Aids !

Semoga Festival Blogger Ngalam lebih seru beritanya dibanding berita Pengumpulan Koin buat Prita.

Mari kita tingkatkan kehangatan persaudaraan para Blogger di Nusantara ini.

Salam FUNtastic

+++

Kompak dan seru

Kompak dan seru

source gambar diambil dari sini dan dari sini

tulisan ini berdasar ingatan akan kejadian yang berlangsung lebih dari 20 tahun lalu, jadi terpaksa dimodifikasi agar ceritanya nyambung dengan semangat persaudaran Aremania yang begitu hangat, mohon maaf kalau tidak persis sama dengan cerita aslinya

+++

BlogFestAremania

BlogFestAremania

Desember 5, 2009

Rasanya menjadi Orang Kaya

Koran Tempo, Jumat 4 Desember 2009, memuat daftar orang kaya versi sebuah majalah. Ini datanya :
* 1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
* 2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
* 3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
* 4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
* 5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
* 6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
* 7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
* 8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
* 9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
* 10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar

Ada beberapa nama pemilik perusahaan rokok ada dalam daftar itu. Ada juga nama yang dekat-dekat dengan lumpur Lapindo.

Kalau namaku yang ada disitu, mungkin kasus lumpur lapindo sudah lama selesai [ini mungkin lho, namanya saja mungkin ya bisa iya bisa tidak].

Kemungkinan lain, semua pabrik rokok akan melakukan evolusi [atau revolusi?] dan memproduksi rokok yang tidak mengandung racun.

Namanya saja mungkin ya bisa iya bisa tidak. Mungkin saja toch…?

Kayaknya semua bisa dilakukan kalau kita sudah jadi orang kaya. Meskipun tetap juga -kadang-kesandung masalah hukum, seperti kasus mas Puji. Hehehehe….

Tokoh Kontroversial

Tokoh Kontroversial

Cuma kekayaan mas Puji tidak sebanding dengan kekayaan para pemilik pabrik rokok itu. Bagiku sih yang disebut orang kaya yang bermanfaat itu adalah mereka yang peduli dengan kegiatan Bekasi Peduli Aids [halah...malah mrene maneh].

Orang Kaya kalau menurut kultum LiLo, adalah orang yang selalu ingat mati dan sudah mempersiapkan dirinya ketika mati.

+++

Foto diambil dari sini

Desember 1, 2009

Kehangatan Koprol

Bagi penggemar microblogging, maka ada mainan baru yang cukup menarik untuk dicoba. Namanya lumayan nyleneh yaitu “KOPROL”.

Halaman Depan KoProL

http://koprol.com/#streams

Iklannya sih bisa bekerja di semua jenis ponsel, tetapi memang perlu dicoba ponsel apa saja yang bermasalah dengan aplikasi ini.

Sepintas cara kerjanya mirip twitter, tetapi komunikasi yang dijalin lebih menitik beratkan pada sisi letak geografisnya. Kalau pingin twitter kita terkoneksi dengan Koprol, maka caranya juga sangat mudah.

Daftarkan diri dulu ke Koprol dan kemudian masuk ke situs koprol dengan user name dan password kita.

Masuk ke Situs Koprol

Masuk ke Situs Koprol

Terlihat bahwa kita bisa melakukan interkoneksi koprol dengan Yahoo ID dan Facebook. Namun demikian bisa juga disambungkan dengan twitter, sehingga setiap komentar di koprol langsung masuk ke twitter.

Cara mencari teman juga bisa langsung dari teman kita yang sudah ada di facebook ataupun dari teman-teman yang data kontaknya ada pada kita. Misalnya melalui Gmail ataupun Yahoomail.

Mencari teman

Mencari teman

Mengapa aku ndaftar koprol?

Yang jelas ya untuk berbagi dan siapa tahu bisa untuk menambah jaringan sehingga bisa menambah banyak teman-teman yang mentautkan dirinya ke tulsianku di Blogger Bekasi Peduli Aids.

Selamat mencoba dan tolong kabari hasilnya agar anda juga mendapat pahala dari berbagi ilmu.

November 30, 2009

Potret [buram] Hukum Kita

Bagaimanakah potret Hukum kita?

Koran Tempo edisi Minggu menampilkannya dalam beberapa lembar tulisan dan beberapa gambar.
Ini salah satu gambarnya.

Koran Tempo Minggu 291109

Koran Tempo Minggu 291109

Bagaimana kalau dia dibaca oleh anak-anak?

Kok gini sih?

Kok gini sih?

Semoga gambar ini mampu menggugah siapapun yang peduli dengan hukum di Indonesia.
Amin.

+++

Artikel [tidak] terkait Bekasi Peduli Aids

November 29, 2009

Greenpeace teruslah Istiqomah

“Para aktifis Greenpeace, semoga kalian selalu istiqomah, aku salut sama kalian !”

Aku gak paham juga, apakah para aktifis Grenpeace paham dengan arti Istiqomah, tetapi semoga mereka menangkap makna dari Istiqomah.

Aku selalu salut dengan kiprah Greenpeace, karena aku tidak mampu untuk meniru mereka. Aku hanya supporter Greenpeace dan tidak pernah punya kemampuan maupun keberanian seperti mereka.

Supporter ID No 12568

Supporter ID No 12568

Dunia ini semakin tua dan semakin kompleks masalahnya, tentu menyakitkan melihat dunia ini makin diporak porandakan oleh para perusak lingkungan.

Dalam era ISO 14001 [lingkungan] yang makin kental ini, ternyata masih juga ada yang dipandang oleh Greenpeace sebagai tindakan yang tidak sesuai nilai-nilai prikebumian [analogi dari prikemanusiaan untuk bumi]. Masih banyak terlihat pabrik-pabrik yang tidak ramah lingkungan.

Semua ini bisa saja terjadi kerena hukum kita yang “pandai” membedakan antara pelaku yang perlu segera dihukum dan pelaku pelanggar hukum yang tidak harus segera masuk bui.

Koran Tempo hari Minggu, 29 Nop 2009, mengambil teman bedanya pelaku pencurian kakao senilai uang 2.100 [Mbok Minah] dibanding dengan pencuri uang negara sebesar 14,8 Milyar [Mardijo]. Mbok Minah harus segera dikuhum dengan hukuman penjara, sementara itu mas Mardijo cukup dihukum percobaan saja.

Wuihhh… sungguh “pintar” para penegak hukum kita ini dalam memutuskan suatu kasus hukum. Ini juga yang mungkin menyebabkan masih banyaknya pabrik yang lebih mudah bernegosiasi dengan para ahli hukum daripada dengan para ahli lingkungan.

“Rasa Keadilan Yang terluka”, begitu koran Tempo menyebutnya.

Andai saja Mandor Sutarno tidak main kuasa, mungkin kasus mbok Minah sudah selesai di tingkat lapangan. Namun kejengkelan mandor Sutarno terhadap para pencuri kakao membuatnya hilang akal sehat dan melaporkan kejadian ini ke tingkat yang lebih lanjut dan akhirnya sampai ke tingkat pengadilan.

Anda saja ada mandor-mandor Sutarno lain yang begitu ganas melihat perilaku para perusak lingkungan, alangkah indahnya dunia ini. Langit akan terlihat bersih dan daratanpun akan terlihat hijau menyejukkan.

Apakah ini mimpi?

Aku percaya ini bukan mimpi, karena kita semua akan mewujudkan impian ini agar menjadi kenyataan. Kita mulai tunjukkan pada lingkungan kita bahwa kita peduli lingkungan.

Blogger bekasi sudah peduli Aids dan tidak ada salahnya kalau Blogger Bekasi juga peduli lingkungan. Semua blogger dimanapun dia berada, apapun nama komunitasnya, akan peduli pada lingkungan dan semua ini nantinya akan membuat yan gtadinya hanya impian seseorang ini kan menjadi kenyataan dan bukan hanya sebuah mimpi.

Itulah kenyataan yang lebih indah dari mimpi.

Kenapa aku peduli dengan greenpeace?

Greenpeace adalah lembaga yang dananya berasal dari anggotanya dan tidak ada campur tangan dari institusi atau lembaga lain, sehingga campur tangan pihak tertentu bisa diminimalisasi sekecil mungkin.

Benarkah Greenpeace bisa sesuci itu?

Semoga !

[CMIIW]

November 27, 2009

Download BBDM 5.01

Karena banyak yang nanya tentang dimana download Blackberry Desktop Manager terbaru [saat artikel ini ditulis baru sampai pada versi 5.01], maka artikel pendek ini kubuat untuk mereka yang bertanya padaku atau pada teman-temanku.

Bagi yang sama sekali belum punya software tersebut, maka bisa mengunduhnya disini.

Link di atas untuk mereka yang tinggal di Indonesia. Untuk yang tinggal di luar Indonesia, coba masuk langsung ke situs blackberry http://blackberry.com/ dan pilih negara yang sesuai, kemudian cari pilihan menu software dan pilih aplikasi Desktop Manager untuk PC.

Bagi yang sudah punya Desktop Manager bawaan saat beli BB [ada dalam kemasan CD yang disertakan dalam dos BB], maka klik saja di help dan pilih “check for updates”.

Check for Updates

Check for Updates

Selanjutnya akan keluar jendela baru. Tunggu sebentar sampai muncul tulisan install dan klik di menu tersebut.

Auto Update

Auto Update

Selanjutnya ikuti petunjuk yang muncul di layar monitor. Seharusnya semuanya tinggal mengalir saja.

+++

Artikel [sangat] terkait
Blackberry jadi Modem